PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) terus mendorong transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan. Salah satu langkah yang dilakukan di Terminal Penumpang Pelabuhan Gresik ialah mendorong integrasi sistem tiket penumpang milik PT Sakti Inti Makmur dengan SeaPass, sistem layanan penumpang yang digunakan PT Pelindo Multi Terminal.
Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghubungkan dua sistem. Integrasi juga diarahkan untuk memastikan data penumpang yang dikelola perusahaan pelayaran, pengelola terminal, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) memiliki kesesuaian.
Langkah ini dinilai penting mengingat validitas data manifest menjadi salah satu unsur penting dalam operasional pelabuhan. Data yang akurat dibutuhkan untuk mendukung pelayanan, pengawasan, hingga proses identifikasi penumpang dalam kondisi tertentu.
Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, Sutopo, mengatakan integrasi sistem merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan penumpang dengan memanfaatkan teknologi digital.
“Kami mendorong agar seluruh pelayaran penumpang ke depan dapat terintegrasi dengan baik. Dengan demikian, data penumpang menjadi lebih akurat dan pelayanan di terminal bisa semakin mudah, cepat, dan efektif,” ujar Sutopo.
Menurut Sutopo, integrasi antarsistem juga diperlukan untuk menciptakan keselarasan informasi antara perusahaan pelayaran dan pengelola terminal. Dengan basis data yang lebih sinkron, potensi perbedaan informasi dalam manifest dapat ditekan.
“Yang ingin kami bangun bukan hanya sistem yang terhubung, tetapi juga proses pelayanan yang lebih tertib. Data yang masuk harus memiliki kesesuaian sehingga setiap pihak yang berkepentingan memiliki referensi informasi yang sama,” jelasnya.
Integrasi sistem tiket dengan SeaPass nantinya diharapkan dapat memberikan dampak terhadap proses pelayanan penumpang di terminal. Pertukaran informasi antarsistem memungkinkan pengelolaan data dilakukan secara lebih sederhana dan terintegrasi.
Dari sisi bisnis dan operasional, penerapan sistem digital tersebut juga berpotensi meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi pekerjaan yang berulang dalam proses pengelolaan data penumpang.
“Ketika sistem sudah terintegrasi, proses verifikasi dan pengelolaan data tentu menjadi lebih sederhana. Ini akan membantu petugas di lapangan sekaligus memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi penumpang,” kata Sutopo.
Bagi Pelindo Multi Terminal, penguatan sistem digital merupakan bagian dari agenda peningkatan produktivitas sekaligus kualitas layanan kepelabuhanan. Infrastruktur fisik dinilai perlu ditopang sistem informasi yang mampu mendukung aktivitas operasional secara terintegrasi.
Selain mendukung pelayanan, integrasi data juga memiliki fungsi strategis dalam aspek keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Data manifest yang akurat dapat membantu pihak terkait ketika membutuhkan informasi mengenai jumlah maupun identitas penumpang.
Dalam kondisi tertentu, ketersediaan informasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses identifikasi dan penanganan. Semakin baik kualitas data yang tersedia, semakin mudah pula koordinasi dilakukan oleh pihak-pihak terkait ketika dibutuhkan.
“Manifest bukan hanya persoalan administrasi. Data penumpang juga berkaitan dengan keselamatan. Ketika terjadi kondisi darurat, data yang akurat akan sangat membantu proses identifikasi dan koordinasi,” tutur Sutopo.
Kesepakatan untuk mengintegrasikan sistem tiket dengan SeaPass telah dibahas dalam pertemuan antara PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik dan PT Sakti Inti Makmur pada Rabu (9/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan pelayaran menyatakan persetujuan dan kesediaannya untuk melakukan integrasi sistem.
Selanjutnya, proses akan memasuki tahap penyesuaian teknis antarsistem. Tahapan tersebut meliputi kebutuhan integrasi data serta mekanisme pertukaran informasi agar sistem dapat berjalan optimal tanpa mengganggu kegiatan operasional yang telah berlangsung.
Pelindo Multi Terminal Branch Gresik juga menilai kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem pelayanan pelabuhan yang semakin terintegrasi.
Dengan terhubungnya data antara perusahaan pelayaran, pengelola terminal, dan regulator, proses pelayanan diharapkan dapat berlangsung lebih sederhana dan terukur. Kualitas informasi yang tersedia juga diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan serta koordinasi operasional secara lebih cepat.
“Harapannya, integrasi ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem pelayanan penumpang yang semakin terhubung. Kami ingin pelayanan di Pelabuhan Gresik semakin tertib, efisien, aman, dan tentunya memberikan kemudahan bagi masyarakat,” pungkas Sutopo.