Roket Anbantara Karya Mahasiswa PENS Raih Best Rocket di TEKNOFEST 2026 Turki

by Arianto Deni |
Roket Anbantara Karya Mahasiswa PENS Raih Best Rocket di TEKNOFEST 2026 Turki
Tim BAMANTARA EEPISAT meraih penghargaan Best Rocket pada TEKNOFEST 2026

Roket Anbantara karya mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) meraih penghargaan Best Rocket dalam ajang TEKNOFEST 2026 kategori A4 International Rocket di Turki.

Penghargaan tersebut diraih Tim BAMANTARA EEPISAT setelah mengikuti rangkaian kompetisi yang berlangsung di Aksaray Hisar Firing Test Area, Turki, pada 9–14 September 2026.

Kompetisi tersebut diikuti tujuh tim yang berasal dari enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Azerbaijan, Bosnia, India, dan Arab Saudi. Dalam ajang tersebut, tim mahasiswa PENS membawa Anbantara, roket jenis Medium Altitude High Powered Rocket atau roket berdaya tinggi untuk ketinggian menengah.

Roket Anbantara dikembangkan oleh 23 mahasiswa PENS yang berasal dari sejumlah program studi. Sebelum memasuki tahap akhir kompetisi, tim harus melewati tiga tahapan evaluasi, yaitu Preliminary Design Review (PDR), Critical Design Review (CDR), dan Launch Readiness Review (LRR).

Dalam proses penilaian, Anbantara terpilih sebagai Best Rocket berdasarkan sejumlah aspek. Penilaian mencakup kualitas manufaktur komponen internal dan eksternal, pelapisan dan pengecatan, penggunaan tulisan dan simbol, tampilan visual, estetika, hingga kreativitas.

Pengembangan Anbantara melibatkan sejumlah dosen pendamping dengan bidang keahlian yang berbeda. Dr. Teguh Hady Ariwibowo, S.T., M.T., mendampingi tim pada bidang propulsi roket dan manajemen termal.

Sementara itu, Hendhi Hermawan, S.ST., M.T., menangani pendampingan pada bidang elektrikal dan perangkat keras. Nobby Bagus Muliawan, S.Tr. T., M.Tr. T., mendampingi bidang kendali dan navigasi. Yudha Sadewa, S.Tr.T., turut mendampingi tim dalam bidang teknis umum, pengujian, dan komisioning.

Dosen pembimbing Tim BAMANTARA EEPISAT, Nobby Bagus Muliawan, mengatakan keikutsertaan dalam TEKNOFEST 2026 memberikan pengalaman kepada mahasiswa yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis.

Menurutnya, kompetisi internasional tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan pemecahan masalah, kerja sama tim, serta tanggung jawab terhadap rancangan teknologi yang dikembangkan.

“Bagi kami, kompetisi ini tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis, tetapi juga melatih kemampuan dalam memecahkan masalah, membangun kerja sama tim, serta mempertanggungjawabkan setiap rancangan yang telah dibuat,” ungkap Nobby.

Pengembangan Anbantara juga mendapat dukungan dari PENS melalui Manajemen dan Kemahasiswaan. Dukungan turut diberikan sejumlah mitra, yakni PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), PT Cyvia Arakasha Indonesia, CV Buana Karya Instrument, PT AKM Teknologi Nuswantara, Cakrawala Skala PENS, T3 Foundation, serta pihak TEKNOFEST.

Dukungan tersebut diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari pendanaan, fasilitas pengujian, komponen, hingga konsultasi teknis untuk menunjang proses pengembangan dan persiapan tim menghadapi kompetisi.

Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng., mengatakan capaian Tim BAMANTARA EEPISAT di TEKNOFEST 2026 menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam mengembangkan teknologi melalui pengalaman kompetisi di tingkat internasional.

“Raihan Best Rocket pada TEKNOFEST 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa PENS memiliki ruang untuk mengembangkan gagasan dan kemampuan teknologinya melalui proses yang nyata, mulai dari perancangan, pengembangan, pengujian, hingga kesiapan untuk berkompetisi di tingkat internasional. Bagi kami, capaian ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang proses pembelajaran, kerja sama tim, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap teknologi yang mereka kembangkan,” ujar Arif Irwansyah.

Arif juga mengapresiasi Tim BAMANTARA EEPISAT, para dosen pendamping, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan Anbantara hingga dapat berkompetisi dalam TEKNOFEST 2026 di Turki.

Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi internasional menjadi bagian dari upaya PENS memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan dan menghasilkan karya teknologi melalui proses yang terukur dan bertanggung jawab.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan proses panjang pengembangan Anbantara, mulai dari tahap perancangan, pembuatan, pengujian, hingga persiapan menghadapi kompetisi internasional. Pengalaman Tim BAMANTARA EEPISAT diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan pembelajaran berbasis proyek dan pengembangan teknologi di lingkungan PENS.

Komentar

Berita Terkait