29 Persen Rumah di Madura Tak Layak Huni, Said Abdullah Fokuskan Dana Reses untuk Bedah Rumah - Telusur

29 Persen Rumah di Madura Tak Layak Huni, Said Abdullah Fokuskan Dana Reses untuk Bedah Rumah

Rumah Layak Huni di Madura Masih Tertinggal

telusur.co.id - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur XI, Said Abdullah, menyoroti masih rendahnya tingkat rumah layak huni di Pulau Madura. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hanya sekitar 71 persen rumah di wilayah tersebut yang masuk kategori layak huni, sementara 29 persen lainnya masih membutuhkan perbaikan.

Menurut Said, kondisi tersebut jauh berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur yang telah mencapai sekitar 80 persen rumah layak huni. Situasi itu menjadi salah satu alasan dirinya mengalokasikan seluruh dana reses untuk membantu masyarakat memperbaiki rumah yang tidak layak huni.

"Pangan, sandang, dan papan merupakan kebutuhan dasar setiap warga negara. Ketiganya menjadi indikator penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. Karena itu, negara memiliki tanggung jawab memastikan setiap warga dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara layak," kata Said dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, rumah bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi ruang bagi setiap keluarga membangun kehidupan dan masa depan. Namun, keterbatasan ekonomi membuat masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah layak.

Said juga menyinggung persoalan backlog perumahan nasional yang hingga kini masih mencapai sekitar 15 juta unit. Selain itu, secara nasional masih terdapat sekitar 43,3 juta rumah tangga yang menghuni rumah tidak layak huni.

"Di Madura sendiri, rumah layak huni baru mencapai 71 persen. Artinya masih ada sekitar 29 persen rumah warga yang belum memenuhi standar kelayakan. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata daerah lain di Jawa Timur," ujarnya.

Sebagai wakil rakyat dari Madura, Said mengaku merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membantu mengatasi persoalan tersebut. Karena itu, pada masa reses kali ini, seluruh dana reses yang menjadi haknya dialokasikan untuk membantu renovasi rumah warga kurang mampu di Kabupaten Sumenep.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada Rabu (22/7/2026) di Pulau Talango, Kabupaten Sumenep.

Program tersebut menyasar lima desa di Kecamatan Talango dan mencakup warga dari 19 dusun, yakni Onggan Padike, Jate Laok, Tanjung Alang, Jate Daya, Lembana, Galise Daya, Galise Laok, Sakola'an, Masjid, Baru, Gedungan, Guntong, Pesisir, Jeruk Porot, Sarotak, Ellong, Andun, Jamaleng, dan Sarotak.

Said menegaskan, penyaluran bantuan juga merupakan bentuk akuntabilitas kepada masyarakat atas penggunaan dana reses sebagai anggota DPR RI.

Penerima bantuan diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 3, yaitu kategori sangat miskin, miskin, dan hampir miskin berdasarkan data pemerintah.

Selain menggunakan data sosial, tim di lapangan juga melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi fisik rumah untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Usai bantuan disalurkan, tim juga akan melakukan pendampingan dan monitoring terhadap proses renovasi rumah agar bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Said berharap program tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Madura.

"Sebagai wakil rakyat, sudah menjadi kewajiban saya untuk ikut hadir membantu masyarakat. Saya berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga, sehingga mereka bisa tinggal di rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman," pungkasnya.


Tinggalkan Komentar