324 Unit Hunian Senen Rampung, Siapa yang Berhak Menempatinya? - Telusur

324 Unit Hunian Senen Rampung, Siapa yang Berhak Menempatinya?

Penampakan hunian Senen di kawasan Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Sumber foto: dok.telusur.co.id

telusur.co.id -Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan Hunian Senen di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, diprioritaskan bagi warga yang direlokasi dari kawasan bantaran rel kereta api di wilayah Senen.

Saat meninjau kesiapan hunian tersebut pada Selasa (9/6/2026), Maruarar mengatakan pemerintah tidak hanya memastikan bangunan siap dihuni, tetapi juga menjamin penerima manfaat sesuai dengan tujuan pembangunan.

“Yang penting penghuni yang menempati hunian ini benar-benar warga yang direlokasi dari bantaran rel kereta api di kawasan Senen,” ucap dia kepada wartawan.

Hasil peninjauan itu, menurut dia, akan dilaporkan kepada Presiden pada hari berikutnya.

Hunian Senen dibangun di atas lahan seluas 1,61 hektare berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) milik PT Angkasa Pura Indonesia.

Kompleks hunian tersebut memiliki 324 unit dan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, antara lain toilet, mushala, dapur umum, ruang komunal, taman bermain anak, dan area parkir.

Maruarar mengapresiasi percepatan pembangunan proyek yang melibatkan sejumlah badan usaha milik negara.

Ara, sapaan akrab Maruarar, menyebut kolaborasi antarinstansi menjadi faktor utama yang memungkinkan proyek rampung dalam waktu relatif singkat.

Pembangunan hunian dimulai pada 3 April 2026 dan selesai sebelum target yang ditetapkan pada 15 Juni 2026. Selain kesiapan fisik bangunan, pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek sosial dan tata kelola kawasan agar lingkungan hunian dapat berfungsi secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Ara bilang, ruang terbuka hijau, fasilitas sosial, sarana olahraga, penerangan kawasan, hingga sistem pengelolaan lingkungan harus dipersiapkan sebelum penghuni mulai menempati lokasi tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria menyampaikan bahwa penghuni tidak akan dikenakan biaya pada masa awal penempatan. Pemerintah juga akan menanggung kebutuhan listrik dan air sebelum dilakukan evaluasi enam bulan mendatang.

“Pada tahap awal tidak ada biaya yang dibebankan kepada penghuni. Listrik dan air juga digratiskan terlebih dahulu,” ujar dia.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin, mengatakan pendataan calon penghuni telah selesai dilakukan. Prioritas pertama akan diberikan kepada warga yang selama ini tinggal di bantaran rel kawasan Pasar Gaplok.

Lebih jauh, dia mengungkapkan, relokasi akan dilanjutkan secara bertahap ke kawasan bantaran rel lainnya.

Langkah itu dikatakan Bobby penting, mengingat keberadaan permukiman di sekitar jalur kereta api berpotensi membahayakan keselamatan warga maupun operasional perjalanan kereta.

Di akhir, dia menuturkan, penataan kawasan bantaran rel akan terus dilakukan untuk meningkatkan aspek keselamatan sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan.

 

 

Laporan: Malik Sihite


Tinggalkan Komentar