telusur.co.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mendorong penguatan kerja sama antara Indonesia dan Rusia dalam mendukung berbagai proyek infrastruktur prioritas pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Menurut AHY, ketahanan nasional saat ini tidak lagi sekadar menjadi pilihan, tetapi harus dibangun secara terencana melalui pengembangan infrastruktur yang kuat, ketahanan energi, ketahanan pangan dan air, serta kemitraan internasional yang dapat dipercaya.
“Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia memilih untuk membangun persahabatan dengan semua bangsa. Kita percaya pada dialog di atas konfrontasi, kerja sama di atas persaingan, serta kemitraan yang saling menguntungkan bagi semua pihak,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat berbicara dalam sesi EAEU–ASEAN pada St. Petersburg International Economic Forum 2026 yang berlangsung di St. Petersburg, Rusia.
Dalam forum tersebut, Indonesia mengajak Rusia dan negara-negara Eurasia untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim (climate-resilient infrastructure). Kerja sama itu mencakup pengembangan teknologi pesisir, sistem peringatan dini bencana, energi berkelanjutan, hingga proyek Giant Sea Wall yang menjadi salah satu agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
AHY menilai dunia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan yang saling berkaitan, mulai dari perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, gangguan rantai pasok, hingga meningkatnya dinamika geopolitik.
Dalam kondisi tersebut, menurut dia, negara yang mampu membangun konektivitas dan kepercayaan akan memainkan peran yang semakin penting.
“Indonesia ingin memainkan peran tersebut, menjadi jembatan, penyeimbang, sekaligus mitra yang konstruktif dalam memperkuat stabilitas dan pertumbuhan bersama,” katanya.
AHY juga memaparkan tiga prioritas utama pembangunan infrastruktur Indonesia. Prioritas pertama adalah dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emissions.
Prioritas kedua ialah memperkuat konektivitas strategis melalui integrasi pelabuhan, sistem logistik, serta jaringan perkeretaapian nasional.
Sementara prioritas ketiga adalah pembangunan infrastruktur yang mampu menghadapi dampak perubahan iklim, termasuk perlindungan kawasan pesisir melalui proyek Giant Sea Wall.
Menutup pidatonya, AHY mengajak negara-negara ASEAN dan Eurasia untuk memperkuat semangat kolaborasi dalam menghadapi tantangan global.
“Mari menjadi generasi yang memilih kerja sama di atas fragmentasi, ketangguhan di atas kerentanan, serta kemitraan jangka panjang di atas keuntungan jangka pendek. Mari kita bangun bukan hanya ekonomi yang lebih kuat, melainkan juga kepercayaan yang lebih kokoh di antara bangsa-bangsa,” ujar AHY.
Pemerintah berharap kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Rusia dapat mempercepat pembangunan infrastruktur yang tangguh, berkelanjutan, serta mampu melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim yang semakin kompleks.



