telusur.co.id - Sosiolog Musni Umar menilai, penyebab Aksi 1812 di Jakarta, Jumat kemarin, tidak sebesar unjuk rasa sebelumnya, karena aparat melakukan penyekatan di berbagai sudut jalan untuk menghambat massa yang ingin ikut dalam aksi tersebut.
"Aksi 1812 tidak besar karena dilakukan penyekatan di berbagai sudut jalan untuk hambat rakyat dan umat ke Jakarta - Istana Negara," tulis Musni di akun Twitternya, Sabtu (19/12/20).
Aksi 1812 digelar oleh Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak) NKRI yang merupakan gabungan sejumlah ormas, seperti Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) dan Persaudaraan Alumni (PA) 212.
Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta itu menjelaskan, Aksi 1812 tidak besar bukan karena persoalan isu yang disuarakan dalam aksi bertajuk &39;Tegakkan Keadilan, Selamatkan NKRI&39; itu.
Adapun Anak NKRI menggelar Aksi 1812 untuk menuntut pengusutan kasus tewasnya 6 Laskar FPI dan pembebasan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).
"Bukan karena isu yang disuarakan tidak mewakili kepentingan umat dan bangsa. Isunya kemanusiaan yang adil dan beradab atas penembakan 6 Laskar FPI, HRS dan kriminalisasi ulama," cuit Musni Umar.[Fhr]



