telusur.co.id - Prabowo Subianto mengaku terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan telah menerima laporan terkini dari jajaran pemerintah sejak awal peningkatan aktivitas vulkanik.
Prabowo memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“[Telah memerintahkan] untuk terus memantau perkembangan situasi, memastikan seluruh unsur kesiapsiagaan berjalan dengan baik, serta memberikan perlindungan dan bantuan yang diperlukan kepada masyarakat,” demikian pernyataan Prabowo melalui akun Instagram @presidenrepublikindonesia, Senin (7/9/2026).
Prabowo juga mengimbau masyarakat, khususnya di Jakarta, Banten, Lampung, dan wilayah sekitar Selat Sunda, tetap tenang tetapi meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat diminta mengikuti arahan pemerintah dan petugas di lapangan serta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.
Presiden juga meminta warga mematuhi zona bahaya dan batas aman yang ditetapkan otoritas terkait.
Bagi masyarakat yang terdampak abu vulkanik, Prabowo mengimbau penggunaan masker atau pelindung pernapasan serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila paparan abu cukup pekat.
“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tetapi tidak boleh lengah. Presiden akan terus memantau perkembangan keadaan dan mengambil setiap keputusan serta langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan melindungi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.
Gunung Anak Krakatau hingga Senin masih berstatus Level III atau Siaga.
Berdasarkan informasi Magma Indonesia, masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
“Rekomendasi, masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif,” demikian keterangan Magma Indonesia.
Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan aktivitas Anak Krakatau terus dipantau setelah gunung api tersebut mengalami episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menyebut episode erupsi tersebut telah berakhir. Kendati demikian, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau belum diturunkan dan tetap berada pada Level III atau Siaga.



