telusur.co.id - Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menambah anggaran dana riset nasional menjadi Rp12 triliun usai menggelar pertemuan tatap muka dengan 1.200 rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi.
Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai langkah tersebut kebijakan penting untuk memperkuat sinergi tata kelola pemerintahan berbasis data dan keilmuan.
“Tradisi komunikasi langsung antara kepala negara dan pemimpin akademisi sangat krusial agar informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan dapat tersampaikan secara utuh dan transparan kepada para pemikir bangsa,” kata Fikri dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026) di Jakarta.
Menurutnya kenaikan anggaran tersebut merupakan respons cepat dari Presiden Prabowo yang memberikan perhatian serius terhadap masalah penelitian dunia.
Anggaran dana riset yang semula direncanakan sebesar Rp8 triliun kini mendapat tambahan sekitar Rp4 triliun, sehingga totalnya mencapai Rp12 triliun.
Bagi Komisi X DPR RI, komitmen ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan tinggi untuk terus berinovasi dan memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan bangsa.
“Kenaikan signifikan ini menunjukkan pemahaman mendalam Presiden bahwa pembangunan negara maju harus memiliki landasan penelitian yang kuat dan teruji,” ucapnya.
Lebih lanjut, Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai kebijakan kenaikan anggaran riset tersebut sejalan dengan peran akademisi dalam konsep kolaborasi Pentahelix yang melibatkan unsur investor, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media (ABGCM) dalam pembangunan nasional.
Untuk itu, Fikri menegaskan bahwa forum pertemuan semacam ini tidak boleh hanya menjadi acara seremonial, melainkan harus diformat sebagai sarana komunikasi dua arah yang efektif.
Ia berharap para pimpinan perguruan tinggi diberikan ruang yang luas untuk menyampaikan masukan konstruktif secara langsung kepada Presiden.
“Masukan dari para pakar ini sangat diperlukan untuk memastikan arah kebijakan negara tetap berada di jalur yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” pungkasnya.




