Audiensi dengan PSSI Depok, FSSKD Tegaskan Manifesto Baru Pembinaan Sepak Bola Usia Dini - Telusur

Audiensi dengan PSSI Depok, FSSKD Tegaskan Manifesto Baru Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

Audiensi jajaran pengurus Forum Sekolah Sepak Bola Kota Depok (FSSKD) periode 2026-2030 dengan PSSI Kota Depok. Sumber foto: Ist

telusur.co.id - Forum Sekolah Sepak Bola Kota Depok (FSSKD) menegaskan komitmennya membangun sistem pembinaan sepak bola usia dini yang lebih terstruktur, profesional, dan berkelanjutan melalui audiensi dengan PSSI Kota Depok.

Pertemuan yang digelar pada Jumat (31/7/2026) lalu itu sekaligus menjadi ajang perkenalan kepengurusan baru FSSKD periode 2026-2030 kepada Ketua PSSI Kota Depok Meiyadi Rakasiwi beserta jajarannya.

Dalam audiensi tersebut, FSSKD membawa manifesto perubahan pembinaan sepak bola usia dini yang menitikberatkan pada proses pembinaan, pengembangan potensi pemain, pembinaan berjenjang, serta tata kelola organisasi yang profesional dan berintegritas.

Ketua FSSKD periode 2026-2030, Samsu Muarip, mengatakan pembinaan sepak bola usia dini tidak semestinya hanya berorientasi pada hasil pertandingan.

"FSSKD hadir dengan semangat perubahan. Kami ingin pembinaan sepak bola usia dini di Kota Depok dibangun melalui sistem yang jelas, terukur, profesional, dan berorientasi pada perkembangan anak. Semua itu harus dilakukan dengan kerja bersih dan sepenuh hati," ujar dia dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).

Menurut dia, pembinaan harus menempatkan perkembangan pemain sebagai tujuan utama, mulai dari aspek teknik, fisik, taktik, mental, karakter, hingga pendidikan dan lingkungan pembinaan yang sehat.

Karena itu, kata Samsu, FSSKD mendorong kolaborasi antara PSSI Kota Depok, sekolah sepak bola (SSB), pelatih, orang tua, akademi, sekolah, pemerintah, hingga komunitas sepak bola agar pembinaan dapat berjalan lebih efektif.

"Sinergi menjadi kunci. FSSKD tidak berjalan untuk mengambil ruang pihak lain. Kami ingin menjadi bagian dari ekosistem yang memperkuat pembinaan sepak bola Kota Depok," ucap dia.

Selain memperkenalkan kepengurusan baru, Samsu menyebut, FSSKD juga menegaskan komitmennya membangun organisasi yang transparan, akuntabel, dan profesional. 

Organisasi tersebut mengusung prinsip "Legitimasi Kokoh, Personel Kredibel, Dedikasi Penuh, Kerja Bersih" sebagai landasan dalam menjalankan program kerja selama empat tahun ke depan.

Dalam manifesto yang disampaikan kepada PSSI Kota Depok, FSSKD menetapkan sejumlah fokus pembinaan, yakni pembinaan berjenjang sesuai usia pemain, sistem evaluasi perkembangan yang terukur, peningkatan profesionalisme pelatih dan pengelola SSB, perlindungan anak, tata kelola organisasi yang bersih, kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta orientasi pembinaan jangka panjang.

Lebih lanjut, Samsu berharap, audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama dengan PSSI Kota Depok. 

Mulai dari pengembangan kompetensi pelatih, penyelenggaraan kompetisi usia dini dan remaja, pemetaan talenta, serta peningkatan kualitas tata kelola sekolah sepak bola.

Sebagai informasi, FSSKD merupakan wadah komunikasi dan kolaborasi sekolah sepak bola di Kota Depok yang berdiri sejak 2022. Hingga kini organisasi tersebut telah menghimpun lebih dari 40 SSB, baik yang berbasis di Kota Depok maupun wilayah sekitarnya.

Selain menggelar kompetisi dan festival sepak bola usia dini, FSSKD berencana mengembangkan program edukasi bagi orang tua pemain melalui seminar dan webinar sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.


Laporan: Malik Sihite


Tinggalkan Komentar