telusur.co.id - Pemulihan pascabencana banjir bandang di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera masih membutuhkan perhatian serius. Ketua Badan Rescue Partai NasDem, Danty Indriastuty Purnamasari atau Danty Rukmana, menegaskan bahwa kerja sama lintas pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan.
Pernyataan itu disampaikan Danty saat menerima belasan relawan Badan Rescue NasDem yang telah bertugas hampir satu bulan di lokasi bencana, bertempat di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Jumat (2/1).
“Sudah hampir satu bulan kami terus bekerja dan menyalurkan bantuan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lelah membantu, sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita,” ujar Danty, cucu Presiden Kedua RI Soeharto.
Menurut Danty, sekitar 90 persen rumah warga di Aceh rusak berat dan tidak layak huni. Banyak masyarakat terpaksa tinggal di camp pengungsian atau menumpang di rumah warga lain dengan kondisi terbatas. Situasi ini berdampak langsung pada kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Selain tempat tinggal, kebutuhan air bersih menjadi persoalan paling mendesak. Tim Badan Rescue NasDem berupaya menghidupkan kembali sumur-sumur warga, membersihkan, dan membuka akses air bersih. “Tanpa air bersih, aktivitas dasar seperti makan dan minum tidak bisa dilakukan,” jelasnya.
Akses jalan yang tertutup lumpur tebal masih menghambat distribusi logistik dan layanan kesehatan. Di sisi lain, posko kesehatan yang dibuka Badan Rescue NasDem terus melayani warga dengan dukungan tenaga medis dari Jakarta. Berbagai penyakit mulai bermunculan, mulai dari gangguan pencernaan, penyakit kulit, hingga risiko kekurangan gizi pada bayi dan anak.
“Puskesmas memang mulai beroperasi, tetapi keterbatasan obat-obatan masih menjadi kendala. Karena itu, kami juga mengirimkan tim medis tambahan yang dipimpin Kak Yudi untuk memperkuat layanan kesehatan di lapangan,” tambah Danty.
Sejak hari pertama bencana, Partai NasDem melalui DPW di Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, hingga seluruh DPW di Indonesia terus menyalurkan bantuan secara berkesinambungan. Namun, kerusakan infrastruktur, listrik, dan jaringan komunikasi membuat koordinasi di lapangan masih terbatas.
Danty menegaskan bahwa Badan Rescue Partai NasDem berkomitmen untuk terus hadir hingga kondisi benar-benar pulih. “Pemulihan Aceh dan Sumatera tidak bisa dilakukan sendiri. Kerja bersama adalah satu-satunya jalan,” pungkasnya. [ham]




