telusur.co.id - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menegaskan pentingnya penguatan creative knowledge, ekosistem kebudayaan, dan kolaborasi global sebagai fondasi membangun masa depan kebudayaan Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam puncak Dies Natalis ke-56 Institut Kesenian Jakarta di Auditorium IKJ, Jakarta.
Fadli Zon menyebut IKJ selama hampir enam dekade telah menjadi salah satu institusi seni yang berperan penting melahirkan seniman, sineas, aktor, musisi, desainer, akademisi, dan pekerja budaya yang berkontribusi bagi perkembangan kebudayaan nasional.
Menurutnya, tema Dies Natalis tahun ini, Creative Knowledge and Global Presence: Leading to Artpreneur, relevan dengan tantangan era digital dan industri budaya. Pendidikan seni, kata dia, harus mampu melahirkan insan kreatif yang tidak hanya unggul secara artistik, tetapi juga menguasai riset, literasi digital, hak kekayaan intelektual, dan kewirausahaan.
Fadli Zon juga menegaskan Indonesia merupakan negara dengan cultural megadiversity yang memiliki kekayaan budaya sebagai modal utama membangun masa depan bangsa. "Kekayaan budaya inilah yang harus menjadi modal utama untuk membangun masa depan bangsa," ujarnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi seni memiliki peran strategis mengolah kekayaan budaya menjadi pengetahuan, inovasi, dan karya yang bernilai ekonomi. Karena itu, IKJ diharapkan terus menjadi pusat lahirnya artpreneur, riset artistik, pengembangan industri budaya, serta diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.
Menutup sambutannya, Fadli Zon mengajak seluruh sivitas akademika IKJ untuk terus menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan karya seni yang memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan budaya dunia serta memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan komunitas budaya dalam membangun ekosistem kebudayaan nasional. [ham]



