telusur.co.id - Kerinduan masyarakat rasanya telah memuncak ketika 2 tahun lamanya tidak dapat merayakan lebaran dengan kemeriahan. Salah satunya menggelar salat id berjemaah.


Namun tahun ini berbeda. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk masyarakat merayakan lebaran seperti biasa, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Salah satunya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia larut di tengah lautan masyarakat kota Semarang dalam mengikuti salat id berjemaah di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah.

Dengan menggunakan masker merah putih yang biasa ia kenakan, Ganjar Pranowo mengikuti salat id bersama puluhan ribu umat musim setempat dengan mengambil posisi di barisan paling depan didampingi Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Darodji dan Pengurus Masjid Baiturahman.

Jemaah tumpah ruah salat Id di jalanan dan lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, karena daya tampung masjid yang tidak mencukupi.

Pengurus Masjid Baiturahman pun memindahkan jemaah ke jalanan dan lapangan dengan izin pemerintah setempat dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Salat Id di Simpang Lima Semarang dipimpin oleh KH. Ulil Absor Alhafiz dengan khotib KH. Abdul Djamil.

"Karena sekarang diizinkan di luar, di lapangan, ya sudah kita gelar di luar. Antusias warga muslim juga tinggi seperti sebelum pandemi. Syaratnya itu, warga jaga prokes", ujar Panitia Masjid Baiturahman Semarang Musadat.

Usai salat Id, Ganjar menerima ucapan Selamat Idulfitri dari para jemaat. Ia melanjutkan pulang ke rumah dinas Puri Gedeh untuk melakukan open house virtual.

"Selamat Idulfitri buat semua umat muslim, maaf lahir batin", ucap Ganjar singkat.[iis]