telusur.co.id - Strategi politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok menuju Pemilu 2029 dimulai dari tempat yang tak biasa. Bukan gedung mewah atau hotel bintang lima, melainkan lapangan mini soccer.
Jajaran pengurus dan kader PKB Depok menggelar fun game di BSS Arena, Cilodong, pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari konsolidasi menyusul pengukuhan pengurus DPW PKB Jawa Barat yang sekaligus menandai dimulainya persiapan Pemilu 2029.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok, Siswanto, mengatakan momentum ini menjadi titik awal konsolidasi kekuatan partai di tingkat kota.
“Kick off sudah dicanangkan DPW Jawa Barat. Kita di Depok mulai bergerak sekarang, mengumpulkan seluruh kekuatan,” ujarnya.
DPW Jawa Barat menargetkan peningkatan kursi di semua tingkatan, termasuk di Depok. Dari lima kursi yang saat ini dimiliki di DPRD Kota Depok, PKB ditargetkan meraih delapan kursi pada 2029.
Meski demikian, Siswanto menyatakan pihaknya menargetkan hasil lebih tinggi dari angka tersebut. Sejumlah PAC seperti Cilodong, Tapos, dan Cipayung turut bertanding dalam fun game tersebut, bersama sayap partai Panji Bangsa dan unsur kesekretariatan DPC.
Selain konsolidasi, PKB Depok juga melakukan penataan organisasi, termasuk penguatan administrasi dan pembentukan kantor sekretariat permanen di 11 kecamatan.
“Kita ingin setiap PAC punya kantor yang terlihat publik. Plangisasi akan dipasang di titik-titik strategis,” jelas Siswanto.
Dengan mengandalkan kekuatan kader muda dan menyasar pemilih Gen Z, PKB Depok berharap kombinasi konsolidasi struktural dan pendekatan yang lebih segar mampu mendongkrak perolehan suara pada 2029.
Laporan: Malik Sihite



