telusur.co.id -Liburan sekolah kerap dimaknai sebagai waktu untuk beristirahat, bepergian, atau menikmati jeda dari rutinitas belajar. Namun, bagi Claire Sugianto, pelajar kelas 10 asal Surabaya yang menyandang gelar Puteri Remaja Indonesia Lingkungan 2025, masa liburan justru menjadi ruang refleksi untuk memahami kehidupan dari sudut pandang yang lebih dalam.
Di sela liburan akhir tahun, Claire memilih mengikuti program magang bersama MORA Group sekaligus terlibat dalam kegiatan sosial bersama anak-anak dari sebuah yayasan di Surabaya melalui inisiatif MORA Impact. Dalam kegiatan tersebut, Claire tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi terlibat langsung mendampingi anak-anak menjalani berbagai aktivitas.
Anak-anak diajak merasakan pengalaman yang bagi sebagian dari mereka tergolong istimewa, mulai dari menikmati sarapan di hotel, berenang, bermain bersama, hingga mengikuti perjalanan singkat mengenal kawasan Kota Lama Surabaya. Aktivitas ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman positif sekaligus membangun kebersamaan.
Meski demikian, momen yang paling membekas bagi Claire justru datang dari sebuah kegiatan sederhana. Anak-anak diminta menuliskan my wish letter, bukan berisi permintaan hadiah mewah, melainkan harapan dan impian pribadi mereka. Salah satu surat ditulis oleh seorang anak bernama Nino. Dengan tulisan polos, Nino mencantumkan keinginannya secara detail: sepatu ukuran 37, celana skena, dan baju ukuran M. Di akhir suratnya, ia menuliskan kalimat singkat yang menyentuh, “Semoga terkabul, Tuhan. Semoga terkabul.”
“Waktu membaca surat itu, saya terdiam,” ujar Claire. “Di usia kami sekarang, banyak dari kita, termasuk saya, sering merasa kurang, ingin lebih, mengejar banyak hal. Tapi dari tulisan Nino, saya belajar bahwa kebahagiaan bisa sesederhana itu. Saya jadi jauh lebih bersyukur atas hidup saya.”
Pengalaman tersebut, menurut Claire, mengubah cara pandangnya dalam memaknai liburan sekolah. Liburan tidak lagi sekadar tentang destinasi yang dikunjungi, melainkan tentang pertemuan dengan orang-orang baru dan pelajaran hidup yang dibawa pulang. Ia juga memaknai lingkungan secara lebih luas, bukan hanya sebagai ruang hijau atau isu besar, tetapi sebagai rasa aman, kebersamaan, dan pengalaman positif yang membentuk mental serta harapan anak-anak.
Kegiatan ini pun meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Salah satu anak yayasan mengungkapkan kebahagiaannya mengikuti rangkaian acara tersebut. “Aku senang sekali bisa main, berenang, dan jalan-jalan. Rasanya seperti liburan sungguhan,” katanya polos.
Sebagai Puteri Remaja Indonesia Lingkungan, Claire menegaskan bahwa perannya tidak berhenti pada gelar semata, melainkan juga tanggung jawab untuk hadir dan peka terhadap sekitar. “Lingkungan yang baik juga tentang bagaimana kita saling memperlakukan. Kalau anak-anak merasa dihargai dan bahagia, itu sudah menjadi lingkungan yang sehat,” tuturnya.
Liburan sekolah itu kini telah berakhir. Namun, surat sederhana dari Nino menjadi pengingat yang akan terus melekat bagi Claire, bahwa di tengah ambisi dan keinginan manusia yang seolah tak pernah habis, ketulusan kecil mampu mengubah cara seseorang memandang hidup.




