telusur.co.id - Tim bulu tangkis Indonesia menunjukkan keseriusan penuh dalam memburu gelar di Piala Thomas dan Uber 2026 dengan strategi persiapan yang terbilang agresif dan terstruktur. Skuad Merah Putih bahkan telah menyewa enam lapangan latihan di Horsens Badminton Club demi memastikan intensitas latihan tetap optimal sebelum turnamen dimulai.
Manajer tim, Shendy Puspa Irawati, menjelaskan bahwa keputusan berangkat lebih awal ke Horsens bukan tanpa alasan. Fokus utama adalah menciptakan lingkungan latihan yang minim distraksi, memperkuat kekompakan, serta mempercepat adaptasi pemain terhadap kondisi setempat.
“Dengan berangkat lebih awal ke Horsens, kami berharap persiapan bisa lebih fokus dan kekompakan tim semakin kuat,” ujarnyadalam keterangan melalui WA grup PBSI (19/4/2026).
Selama periode 18–21 April, tim menjalani sesi latihan intensif dengan memaksimalkan enam lapangan yang disewa. Setelah itu, mereka akan berpindah ke arena pertandingan pada 22–23 April untuk simulasi akhir sebelum turnamen dimulai.
Tak hanya fokus pada aspek teknis, tim Indonesia juga menyiapkan pendekatan menyeluruh. Program pendampingan psikolog dan kegiatan team building digelar untuk menjaga kestabilan mental serta memperkuat solidaritas antar pemain.
Langkah ini dianggap penting mengingat Forum Horsens akan menjadi medan persaingan ketat melawan negara-negara kuat dunia.
Untuk menjaga konsentrasi, seluruh tim memilih langsung menginap di hotel resmi penyelenggara. Fasilitas gym yang tersedia di hotel turut dimanfaatkan sebagai penunjang kebugaran atlet.
“Semua fasilitas sudah disiapkan agar anak-anak bisa fokus sepenuhnya pada persiapan,” kata Shendy.
Pada hari pertama latihan, tim langsung menjalani sesi intensif selama sekitar empat jam sebagai bagian dari percepatan adaptasi terhadap kondisi lapangan dan atmosfer kompetisi.
Turnamen Piala Thomas dan Uber 2026 sendiri akan berlangsung pada 24 April hingga 3 Mei, dan menjadi salah satu target utama Indonesia di kalender bulu tangkis dunia.
Dengan persiapan yang terukur, disiplin tinggi, dan pendekatan menyeluruh dari fisik hingga mental, Indonesia berharap bisa kembali bersaing di puncak dan membawa pulang kejayaan dari Denmark.



