telusur.co.id - Saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur'an yang diisi oleh penceramah Ustad Das'ad Latif, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terlihat sangat merenungi ceramah tersebut.
Dalam kesempatan yang sama Ganjar mengatakan materi yang disampaikan Ustad Das'ad sangat aktual. apalagi soal pengamalan Quran dalam menjalankan pemerintahan.
"Kita dari ASN ini tugasnya ya jangan mencuri, layani masyarakat dengan baik, responsif, itu yang beliau katakan akhirnya ASN akan mengamalkan itu sebagai rahmatan lil alamin, untuk siapapun," kata Ganjar dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu, (27/4/22) .
Ganjar berterimakasih karena telah diingatkan untuk menjalankan pemerintahan di jalan yang benar sesuai dengan petunjuk Alquran.
Ganjar juga sepakat dengan terjemahan Ustad Das'ad tentang peristiwa Nuzulul Quran terkait pendidikan.
"Pesan beliau yang dahsyat tadi. Itu menyampaikan akhirnya eh kepala dinas kamu cari siapa yang bermasalah, carilah orang itu selesaikan yang punya bakat sekolahkan karena musti iqro, mesti membaca, itu terjemahnya sekolah. Menurut saya inspiratif dan itu mengingatkan pada kita bahwa kita berada pada rel yang benar untuk melayani rakyat. Itu cespleng," tutur Ganjar.
Das'ad mengatakan, Qur'an harus jadi petunjuk yang diamalkan para ASN dalam menjalankan pekerjaannya melayani masyarakat. "Tidak ada pilihan, qur'an itu hudan, petunjuk," kata Das'ad.
Di kesempatan itu, Das'ad juga mengingatkan kembali peristiwa Nuzulul Qur'an tentang perintah membaca.
Das'ad menegaskan, mengamalkan Quran dalam melaksanakan pemerintahan akan memberikan manfaat baik.
"Tidak ada orang masuk penjara gara-gara dia mengamalkan qur'an. Justru qur'an memberikan keselamatan dunia sampai akhirat," tegasnya.[iis]



