Free Palestine Network: Venezuela dan Palestina Sama-Sama Ditindas Imperialisme - Telusur

Free Palestine Network: Venezuela dan Palestina Sama-Sama Ditindas Imperialisme


telusur.co.id - Suasana di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, dipenuhi semangat perlawanan. Ratusan massa dari Free Palestine Network (FPN) berdiri tegak, membentangkan spanduk besar yang menuntut dihentikannya agresi militer AS terhadap Venezuela.

Spanduk pertama menyerukan: “Solidaritas untuk Venezuela, Dunia Harus Hentikan Agresi Amerika Serikat.” Sementara spanduk kedua menuding: “Agresi Militer ke Venezuela, Bukti Amerika Serikat adalah Induk Terorisme.”

Di atas mobil komando, Sekjen FPN Furqan AMC berorasi lantang. Ia menegaskan bahwa tragedi Venezuela adalah bagian dari rangkaian penindasan global, sama seperti yang dialami Palestina. “Imperialisme menindas dengan wajah berbeda, tapi jejaknya sama. Dari Palestina hingga Caracas, rakyat ditundukkan demi kepentingan ekonomi dan politik,” ujarnya.

Furqan menyoroti bahwa 80% senjata Israel yang digunakan untuk menyerang Palestina berasal dari AS. Di saat bersamaan, AS disebutnya mengincar cadangan minyak Venezuela yang terbesar di dunia. Ia menuding penculikan Presiden Nicolas Maduro sebagai bukti telanjang ambisi imperialisme.

Lebih jauh, Furqan menyebut agresi AS sebagai “biang kekacauan dunia” dengan rekam jejak intervensi di Chile, Guatemala, Kongo, Libya, Irak, Suriah, Yaman, hingga Palestina. Ia menekankan bahwa solidaritas bangsa-bangsa tertindas harus diperkuat, menghidupkan kembali semangat Solidaritas Selatan-Selatan yang pernah dipelopori Indonesia melalui Konferensi Asia-Afrika 1955.

Tak hanya di Jakarta, aksi serentak juga digelar di Bandung, Makassar, Solo, Kendari, Tarakan, Majene, dan berbagai kota lain. Buruh, tani, mahasiswa, dan pelajar bergabung dalam satu suara: menolak agresi dan menyatakan dukungan bagi Venezuela.

Di tengah teriknya matahari, suara orasi dan lantunan yel-yel solidaritas bergema. Aksi ini bukan sekadar demonstrasi, melainkan simbol bahwa perjuangan melawan imperialisme adalah perjuangan bersama, lintas bangsa dan benua. [ham]


Tinggalkan Komentar