telusur.co.id -Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menilai tekanan yang dihadapi timnya dalam perebutan posisi aman dari zona degradasi sebagai hal yang wajar dalam sepak bola profesional. Menurutnya, situasi sulit justru harus dijadikan motivasi untuk terus berkembang di sisa kompetisi.
Persis kini dihadapkan pada jadwal berat dengan menghadapi sejumlah tim kuat pada sisa lima pertandingan terakhir, mulai dari Persija Jakarta, kemudian Malut United, Dewa United, Persebaya, hingga laga tandang melawan Persita di pekan terakhir Super League musim 2025/2026.
Meski demikian, ia cukup santai dengan tekanan yang didapat baik itu dari manajemen hingga ke suporter setia Laskar Sambernyawa.
“Ini hal yang normal. Dalam hidup selalu ada tekanan, hidup tidak mudah. Kita punya tekanan, tapi saya tidak tahu sebenarnya apa arti tekanan itu. Kita masih hidup, kita bekerja dengan sangat baik, tidak ada yang perlu ditakutkan. Setiap hari adalah hari baru, tantangan besar untuk melihat apa yang bisa kita lakukan dan apa yang bisa kita perbaiki di pertandingan berikutnya," ujar Coach Milo pada jumpa pers jelang laga melawan Persija, Minggu (26/4).
Pelatih asal Bosnia tersebut menegaskan bahwa menghadapi tim-tim papan atas justru menjadi kesempatan terbaik bagi Persis untuk meningkatkan kualitas permainan.
"Jika Anda bermain melawan tim-tim terbaik, itu adalah hal terbaik yang bisa Anda lakukan. Anda bisa belajar dari sana untuk menjadi lebih baik di pertandingan selanjutnya," kata Milo.
Milo sekaligus memberikan perspektif unik terkait tekanan yang sering menjadi sorotan dalam persaingan ketat Super League. Ia menilai tekanan sejati bukan berasal dari pertandingan, melainkan dari situasi di luar sepak bola.
"Tekanan itu normal sepanjang hidup saya. Tekanan itu adalah ketika saya tidak punya pekerjaan, itulah satu-satunya tekanan bagi saya. Ketika saya punya pekerjaan, itu adalah sebuah kesenangan,” jelas pelatih berusia 61 tahun tersebut.
Lebih jauh, Seslija menyoroti karakter kompetisi di Indonesia yang dinilainya sangat kompetitif dan sulit diprediksi. Ia bahkan menyebut atmosfer liga Indonesia mirip dengan kompetisi di Inggris karena tingginya intensitas permainan.
“Tapi saya bisa mengatakan sesuatu. Saya sudah bertahun-tahun berada di dunia sepak bola, kita bisa membicarakan banyak hal, tetapi di liga Indonesia, permainannya sangat cepat dengan ritme yang tinggi. Dan di liga Indonesia, rasanya seperti tim-tim Inggris. Anda tidak pernah tahu siapa yang akan menang," lanjutnya menambahkan.
Ia mencontohkan hasil tak terduga yang kerap terjadi, seperti ketika Semen Padang FC mampu mengalahkan Persija, sebagai bukti bahwa setiap tim memiliki peluang yang sama.
"Bayangkan Semen Padang pernah mengalahkan Persija. Itu berarti di Indonesia, tim mana pun pada harinya bisa mengalahkan siapa saja. Itu yang sangat menarik. Anda tidak pernah tahu siapa yang akan menang, bisa karena kartu merah, gol bunuh diri, atau hari yang buruk," jelas eks pelatih Borneo FC tersebut.
Dengan situasi tersebut, Seslija menekankan pentingnya kepercayaan diri dan fokus penuh dalam menghadapi setiap pertandingan.
"Itu berarti di sini tidak ada aturan pasti. Kami harus percaya pada diri sendiri dan mencoba menjalani pertandingan demi pertandingan, berusaha menjadi lebih baik, dan memberikan yang terbaik,” pungkasnya.
Persis Solo kini dituntut tampil konsisten di lima laga tersisa untuk memastikan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, di tengah tekanan ketat persaingan papan bawah yang semakin sengit.
Kini Zanadin Fariz dan kawan-kawan setidaknya bersaing dengan lima tim untuk bisa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air.



