telusur.co.id -Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, sinergi lintas pemerintahan menjadi kunci dalam mewujudkan agenda pembangunan nasional, termasuk Asta Cita.
"Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX tahun ini tentu jadi momentum kita untuk memperkuat sinergitas, baik dengan Pemerintah Kabupaten/Kota maupun Pusat, untuk mewujudkan Asta Cita," tegasnya di Surabaya, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Khofifah, pemerintah daerah memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan pembangunan. Hal ini sejalan dengan tema peringatan tahun ini, yakni “Dengan Otonomi Kita Mewujudkan Asta Cita.”
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat desentralisasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Maka, ini komitmen kami di Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang InsyaAllah akan selalu memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat desentralisasi yang sejalan dengan semangat NKRI," lanjutnya.
Peringatan Hari Otonomi Daerah diperingati setiap 25 April, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1996. Momentum ini menjadi refleksi atas upaya membangun tata kelola pemerintahan daerah yang efektif, transparan, dan responsif.
Khofifah juga mengingatkan bahwa perjalanan otonomi daerah di Indonesia telah berlangsung panjang, dimulai sejak pemberlakuan Decentralisatie Wet 1903 pada masa kolonial. Setelah kemerdekaan, berbagai regulasi terus disempurnakan, mulai dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1945 hingga Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.
“Esensi otonomi daerah telah melalui perjalanan panjang dan terus berkembang. Karena itu, momentum ini harus kita maknai sebagai refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menggelar upacara pada Senin (27/4/2026) di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.
Khofifah turut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan inovasi daerah.
Ia berharap, semangat otonomi daerah mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan menghadirkan keadilan sosial di seluruh wilayah Indonesia.
"Hari Otonomi Daerah ini menjadi refleksi perjalanan panjang kebijakan desentralisasi di Indonesia. Prosesnya terus berkembang untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan keadilan sosial. Kalau ini benar-benar tercapai, maka pembangunan nasional yang inklusif adalah sebuah keniscayaan," pungkasnya.



