telusur.co.id - Langkah yang ditempuh oleh sejumlah elemen masyarakat melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke polisi mengenai ucapannya membandingkan peran Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno, sudah tepat.
Begitu disampaikan oleh Sekjen Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Muhammad Ja'far Hafsah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
"Sudah tepat. Jadi, tidak perlu hanya jalur hukum, jalur biasa juga bisa (Sukmawagi minta maaf)," kata Ja'far.
Menurut Ja’far, memang tidak semestinya Sukmawati membandingkan antara Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno. Sebab, antara keduanya sudah jelas berbeda.
Ja’far menduga, Sukmawati sesungguhnya tidak mengerti tentang Islam sehingga membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno.
"Kalau membandingkan tidak tepat, kita tidak bisa membadingkan Soekarno dan Nabi. Karena lain zamanya, Soekarno bukan Nabi. Jadi tidak paham Ibu Sukmawati kalau dia mengatakan seperti itu," bebernya.
Oleh karenanya, kata Ja'far, Sukmawati harus segera mengklarifikasi dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kegaduhan yang berkelanjutan atas penyataan Sukmawati yang dianggap menistakan agama.
"Ibu Sukmawati harus mengklarifikasi dan tentunya minta maaf kepada masyarakat Indonesia apa sih perlunya statement itu dikeluarkan," tukasnya.[Tp]



