telusur.co.id -Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo atau GCP, H. Kurniawan mengingatkan, mengajak melakukan aksi turun ke jalan masyarakat dengan maksud dan tujuan mengggulingkan pemerintahan yang sah, dilarang dan masuk kategori makar.
"Jangan karena Bapak Prabowo Subianto terlalu sayang kepada rakyat hingga ada kelompok yang berani menghasut, dan mengajak orang untuk ikut membenci pemerintahan yang sah, itu perbuatan salah dan melanggar hukum," ujar Bang Iwan sapaan akrabnya, Senin (06/4/2026).
Bang Iwan menyesalkan, akhir akhir ini banyak berseliweran di medsos ajakan untuk turun ke jalan. Ia mempertanyakan apakah pihak-pihak tersebut tidak tahu hukum atau pura-pura tidak tahu hukum.
"Jangan korbankan rakyat hanya untuk ambisi kalian,ujar H kurniawan, yang memaparkan pernah menjadi korban dari ajakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab ,hingga akhirnya ia dan beberapa kawannnya banyak yang masuk bui.
Ia mengajak masyarakat untuk mnghentikan pihak yang menghasut
"Stop menghasut rakyat .saat ini dunia sedang tidak baik-baik saja, krisis ekonomi melonjak dimana mana. Perang di Timur Tengah ,semua negara darurat BBM,dan hanya Indonesia yang memilih berpihak kemasyarakat dengan tidak menaikan harga minyak subsidi.
"Seharusnya kita semua bersukur dan berterima kasih kepada pemerintahan prabowo, bukan malah memperkeruh situasi dengan mengajak turun ke jalan menurunkan pemerintahan yang sah. Itu biadab namanya. Jangan juga karena kepentingan bisnismu menghancurkan kesatuan bangsa dan negara, itu sangat konyol, kasih kesempatan Prabowo Subianto dan kabinetnya membenahi semuanya, jangan ganggu beliau dengan ulah licik dan picik kalian. Ingat masih banyak rakyat Indonesia yang sayang dan cinta kepada Prabowo. Saya meminta kepada pihak kepolisian dan lembaga yang berwenang untuk segera menindak anasir-anasir receh yang selalu membuat gaduh negeri ini untuk segera ditangkap dan diamankan," pungkasnya seraya mengucapkan salam Indonesia rmRaya dan Salam Waras.*



