telusur.co.id -Bulan suci Ramadan selalu menjadi momentum istimewa untuk mempererat kebersamaan melalui tradisi berbuka puasa. Memahami esensi tersebut, The Alana Hotel Surabaya menghadirkan pengalaman kuliner unik bertajuk "Iftar Parade".
Program ini dirancang bukan sekadar paket makan biasa, melainkan sebuah rangkaian perjalanan rasa yang mengombinasikan berbagai kekayaan kuliner dalam satu panggung atmosfer Ramadan yang eksklusif.
Konsep Iftar Parade ini mengusung filosofi layaknya sebuah pertunjukan. Para tamu diajak menikmati transisi hidangan yang hadir silih berganti, mulai dari sajian khas Nusantara, Timur Tengah, hingga hidangan Barat yang telah dikurasi secara khusus.
Menurut Restaurant and Banquet Manager The Alana Hotel Surabaya, Dimas Fitanata Baehaqi, penamaan konsep ini didasari keinginan manajemen untuk memberikan sensasi berbuka puasa yang dinamis.
“Kami menamakan konsep ini Iftar Parade karena kami ingin menghadirkan pengalaman berbuka puasa layaknya sebuah pertunjukan rasa. Setiap hidangan memiliki perannya masing-masing, sehingga tamu merasa seperti mengikuti parade kuliner,” ungkap Dimas.
Di antara deretan menu yang disajikan, es krim goreng muncul sebagai primadona yang paling mencuri perhatian. Meski bukan pemain baru di dunia kuliner, kehadiran es krim goreng sebagai hidangan penutup utama dalam sajian hotel berbintang tergolong langka dalam beberapa tahun terakhir.
Executive Chef The Alana Hotel Surabaya, Chef Susanto, menjelaskan bahwa menu ini merupakan strategi hotel untuk memberikan sentuhan nostalgia dengan presentasi yang lebih modern.
“Kami mencoba menghadirkan kembali es krim goreng dengan tampilan dan cita rasa yang lebih menarik bagi tamu hotel untuk berbuka puasa,” jelasnya.
Daya tarik utama dari es krim goreng ini terletak pada kontras tekstur dan suhu; bagian luar yang hangat dan renyah berpadu sempurna dengan sensasi dingin nan lembut di dalamnya. Proses pembuatannya pun memerlukan teknik khusus, di mana es krim dibentuk bulat dan dilapisi roti tawar tipis sebelum dibekukan kembali. Sebelum disajikan, es krim tersebut dilapisi tepung dan adonan khusus, lalu digoreng dalam waktu yang sangat singkat untuk menjaga agar isiannya tidak mencair.
Keistimewaan program Iftar Parade ini semakin lengkap dengan pembangunan suasana (ambience) yang menyeluruh. Mulai dari tata ruang yang hangat hingga iringan musik religi secara langsung setiap harinya, semuanya dirancang untuk menciptakan kenyamanan bagi berbagai kalangan, baik keluarga maupun komunitas. Dimas menekankan bahwa aspek eksklusivitas yang ditawarkan tetap dibalut dengan harga yang kompetitif.
“Eksklusif di sini bukan berarti mahal, tetapi karena tidak semua tempat menghadirkan konsep dan pengalaman seperti ini. Dengan harga yang tetap terjangkau, tamu mendapatkan pengalaman berbuka puasa yang lengkap dan bermakna,” tambahnya.
Sebagai penambah nilai keberkahan di bulan suci, manajemen juga menyediakan hadiah utama berupa satu tiket umrah bagi tamu yang beruntung. Hal ini mempertegas komitmen The Alana Surabaya bahwa Iftar Parade bukan hanya soal memuaskan rasa lapar, melainkan juga merayakan nilai-nilai kebersamaan.
Menutup penjelasannya, Dimas meyakini bahwa paket ini akan menjadi pilihan tepat untuk berbagai acara pertemuan.
“Karena yang kami hadirkan bukan hanya makanan, tetapi rangkaian pengalaman Ramadan yang hangat, berkesan, dan penuh nilai,” pungkasnya.



