telusur.co.id -Iduladha identik dengan sajian olahan daging kambing. Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih mencari cara menikmati daging kambing dengan cita rasa premium, tekstur empuk, kaya rempah, namun tetap nyaman di lidah tanpa aroma prengus yang terlalu kuat. Menjawab tren kuliner tersebut, Java Paragon Hotel & Residences Surabaya menghadirkan pengalaman berbeda melalui menu autentik khas Timur Tengah, yaitu Laham Mashwi dan Nasi Kabsah, yang terinspirasi dari cita rasa Arab-Tunisia.
Berbeda dari olahan kambing pada umumnya, menu ini menghadirkan perpaduan daging kambing panggang (Laham Mashwi) dengan teknik slow roast selama beberapa jam serta Nasi Kabsah berbumbu rempah khas Timur Tengah yang kaya aroma namun tetap ringan di lidah masyarakat Indonesia.
Sou Chef Java Paragon Hotel & Residences Surabaya, Sugiarto, mengungkapkan bahwa kunci utama menghilangkan bau prengus kambing bukan terletak pada pencucian daging yang berlebihan, melainkan pada pemilihan bagian daging, proses marinasi, serta teknik slow roasting yang tepat.
“Banyak orang sebenarnya menyukai kambing, tetapi masih takut dengan aroma yang terlalu kuat atau tekstur yang alot. Kesalahan paling umum saat memasak kambing adalah mencucinya terlalu lama karena dianggap bisa menghilangkan bau. Padahal justru bisa membuat aroma khas kambing semakin keluar,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan proses pembuatan Laham Mashwi dan Nasi Kabsah yang juicy serta minim aroma prengus ala Java Paragon Hotel.
1. Bahan Utama dan Marinasi Daging
- 1,5 kg daging paha/pundak kambing (potong ukuran besar)
- 6 siung bawang putih (haluskan)
- 1 bawang bombai kecil (haluskan)
Bumbu bubuk:
- 1 sdm baharat (campuran jintan, ketumbar, kayu manis, lada hitam, pala, cengkih, kapulaga)
- 1 sdt jintan bubuk
- 1 sdt ketumbar bubuk
- 1 sdt lada hitam bubuk
- 3 sdm minyak zaitun
- 2 sdm air lemon
- 1,5 sdt garam
2. Bahan Nasi Kabsah
- 4 cup beras basmati (cuci, rendam 30 menit, tiriskan)
- 1 bawang bombai (cincang halus)
- 3 siung bawang putih (cincang halus)
Rempah utuh:
- 1 batang kayu manis
- 4 kapulaga
- 3 cengkih
- 2 daun salam
- 1/2 sdt kunyit bubuk (larutkan dengan 2 sdm air)
- Kaldu sisa panggangan kambing + air panas (total 5–6 cup)
- 2 sdm minyak samin atau mentega
3. Garnish dan Sambal Pendamping
Topping:
- 50 gram almond iris, sangrai
- 30 gram kismis, tumis mentega
- Daun ketumbar cincang
Sambal Salatah Har:
- 2 tomat
- 3 cabai rawit
- 1 siung bawang putih
- Segenggam daun ketumbar
- Garam secukupnya
- Jeruk nipis secukupnya
4. Cara Memasak
Daging Panggang (Laham Mashwi)
a. Campurkan bawang putih, bawang bombai, baharat, semua bumbu bubuk, minyak zaitun, air lemon, dan garam. Lumuri seluruh daging kambing.
b. Diamkan minimal 2 jam di lemari pendingin (lebih baik semalaman).
c. Bungkus daging dengan baking paper lalu lapisi aluminium foil rapat agar jus tidak keluar.
d. Panggang pada suhu 160°C selama 3 jam hingga empuk.
e. Buka foil, tampung kaldu untuk nasi.
f. Oleskan kembali minyak, lalu panggang dengan api atas selama 15 menit hingga kecokelatan.
Nasi Kabsah
a. Tumis bawang bombai, bawang putih, dan rempah utuh dengan minyak samin hingga harum.
b. Masukkan beras, aduk selama 1 menit.
c. Tambahkan kaldu kambing dan air panas.
d. Masak hingga air terserap.
e. Saat hampir matang, tuang larutan kunyit tanpa diaduk.
f. Tutup dan diamkan 15 menit.
Sambal
a. Masukkan semua bahan ke chopper.
b. Proses singkat (pulse) agar tekstur tetap kasar.
Salah satu pengunjung, Lanny Nathalia, mengaku awalnya tidak terlalu menyukai olahan kambing karena aroma khasnya. Namun setelah mencoba menu ini, persepsinya berubah.
“Surprisingly, ini salah satu menu kambing terenak yang pernah saya coba. Dagingnya empuk banget, rempahnya terasa tapi tidak overpowering, dan nasinya wangi. Bahkan sambalnya bikin rasanya semakin balance. Kalau biasanya makan kambing terasa berat, yang ini justru ringan dan nagih,” ungkapnya.
Melalui inovasi kuliner ini, Java Paragon Hotel ingin menghadirkan pengalaman menikmati kambing yang berbeda, bukan sekadar hidangan khas Iduladha, tetapi perjalanan rasa menuju Timur Tengah yang autentik di tengah Kota Surabaya.



