Iran Klaim Hancurkan Sistem HIMARS AS di Kuwait - Telusur

Iran Klaim Hancurkan Sistem HIMARS AS di Kuwait

Sumber foto: akun X (twitter)

telusur.co.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah media Iran melaporkan serangan drone yang disebut menghancurkan sejumlah sistem peluncur roket HIMARS milik Amerika Serikat di Kuwait. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).

Kantor berita Iran, Fars, melaporkan bahwa serangan pesawat tanpa awak Iran berhasil menghantam beberapa sistem HIMARS AS yang disebut telah disiapkan untuk menyerang wilayah Iran. Media tersebut juga mengklaim tiga perwira Amerika tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Namun, CENTCOM membantah laporan tersebut dan menyatakan tidak ada bukti mengenai korban jiwa dari pihak militer Amerika akibat serangan yang disebutkan Iran.

Sementara itu, jurnalis Axios Barak Ravid melaporkan pada Minggu (12/7/2026), mengutip seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya, bahwa Washington memang telah melakukan sejumlah serangan terhadap fasilitas militer Iran.

Serangan tersebut disebut menargetkan sistem rudal, pertahanan udara, serta kapal-kapal kecil Angkatan Laut Iran di beberapa lokasi sekitar Selat Hormuz.

Media pemerintah Iran, Press TV, sebelumnya melaporkan adanya sejumlah ledakan di sekitar Pulau Qeshm. Rekaman yang ditayangkan memperlihatkan kepulan asap di wilayah tersebut.

Pulau Qeshm merupakan pulau terbesar Iran di Teluk Persia dan dianggap memiliki nilai strategis karena menjadi lokasi sejumlah fasilitas pertahanan pantai, sistem radar, serta aset angkatan laut Iran.

Dalam laporan lanjutan, Fars menyebut pasukan Iran juga meluncurkan serangan rudal ke sejumlah target yang berkaitan dengan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Mereka mengklaim tiga rudal balistik diarahkan ke wilayah Al Mina di Kuwait serta lokasi yang disebut menjadi tempat penempatan sistem rudal ATACMS Amerika.

Media tersebut juga menyatakan fasilitas militer AS di Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman turut menjadi sasaran sepanjang hari.

Pemerintah Kuwait membenarkan bahwa wilayahnya mengalami serangan, tetapi tidak mengonfirmasi klaim mengenai penghancuran sistem HIMARS maupun laporan korban dari pihak Amerika Serikat.

Militer Kuwait menyebut tiga pos perbatasan darat di wilayah utara negara itu mengalami serangan yang menyebabkan kerusakan material. Selain itu, sebuah drone juga dilaporkan menghantam anjungan pengeboran lepas pantai milik Kuwait Oil Company dan melukai seorang pekerja.

Ketegangan Iran dan Amerika Serikat terus meningkat setelah gencatan senjata sementara yang sebelumnya berlaku mengalami keretakan. Washington menuduh Teheran melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, sementara Iran menyatakan sejumlah kapal tidak mematuhi instruksi keamanan saat melewati jalur strategis tersebut.

Iran kemudian menyatakan Selat Hormuz ditutup, tetapi klaim tersebut dibantah pejabat Amerika Serikat yang mengatakan aktivitas perdagangan dan pelayaran komersial masih berlangsung.


Tinggalkan Komentar