IRGC Klaim Hentikan Empat Kapal di Selat Hormuz - Telusur

IRGC Klaim Hentikan Empat Kapal di Selat Hormuz

Sumber Foto: TNA

telusur.co.id - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menggagalkan upaya empat kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang disebut tidak sah. Menurut IRGC, dua kapal mengalami insiden dan dihentikan, sementara dua kapal lainnya membatalkan pelayaran setelah mendapat peringatan.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu, Angkatan Laut IRGC menyebut keempat kapal tersebut mematikan sistem navigasi dan mengabaikan sejumlah peringatan yang dikeluarkan Pangkalan Kontrol Selat Hormuz sebelum berusaha meninggalkan jalur pelayaran resmi melalui rute yang dinilai tidak aman.

IRGC juga menuduh kapal-kapal tersebut mendapat dukungan dari Amerika Serikat, meski tidak menyampaikan bukti atau identitas kapal yang dimaksud.

"Empat kapal pelanggar mencoba meninggalkan Selat Hormuz melalui jalur yang tidak sah. Dua di antaranya terlibat dalam insiden dan dihentikan di lokasi, sementara dua kapal lainnya membatalkan pelayaran dan berbalik arah," demikian isi pernyataan tersebut.

Angkatan Laut IRGC menegaskan bahwa mereka tetap memegang kendali penuh atas keamanan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Menurut mereka, satu-satunya rute yang diperbolehkan untuk dilalui kapal adalah jalur pelayaran aman yang telah ditetapkan dan diumumkan oleh otoritas Iran.

Dalam pernyataan itu, IRGC kembali menegaskan kebijakan bahwa tidak ada pengiriman minyak, gas, maupun pupuk kimia yang dapat melintasi Selat Hormuz tanpa koordinasi dan izin terlebih dahulu dari pihak berwenang Iran.

Selain itu, IRGC memperingatkan bahwa kapal-kapal yang mencoba menggunakan jalur di luar rute resmi berisiko menghadapi insiden di laut.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk Persia, khususnya di sekitar Selat Hormuz, yang menjadi jalur strategis bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Situasi di kawasan itu terus menjadi perhatian komunitas internasional karena setiap gangguan terhadap lalu lintas pelayaran berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global.


Tinggalkan Komentar