JK Diminta Tidak Berbohong Soal Rizal Ramli - Telusur

JK Diminta Tidak Berbohong Soal Rizal Ramli

Aktivis-Mantan Wartawan Edi Mulyadi (FIR)

telusur.co.id -  Perseteruan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan mantan Menteri Perekonomian yang juga mantan Menko Maritim Rizal Ramli, terus jadi polemik. 

Mantan wartawan Edi Mulyadi mematahkan argumen JK sapaan akrab Jusuf Kalla,  dimana JK dalam bincang dengan Karni Ilyas dalam youtube milik Karni menyebut antara lain,  RR tidak dapat bekerja dan adanya ancaman dari dirjen kemenkeu salah satunya Darmin Nasution akan mundur apabila RR menjadi Menkeu pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Edi meragukan statemen JK terkait RR tidak bisa kerja yang berujung dicopot,  adanya ancaman dari pejabat kemenkeu yang datang ke JK akan mundur kalau RR jadi menkeu,  ditambah kata-kata kotor, serta RR tidak mengerti keuangan dan tidak paham masalah. 

"Dia (JK) bicara kalau RR tidak bisa pimpin orang. Lihat dulu kerja RR saat jadi Kabulog dan ekonomi kita naik saat RR jadi Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur. Ingat JK dicopot Gus Dur karena ada persoalan, gak perlu saya buka kan, ' terang Edi dalam unggahan video yang disebar kepada media,  Minggu (8/11/2020).

Edi menyakini,  kalau RR dalam bekerja memang marah apabila terkait persoalan rakyat. Kalaupun marah tidak di depan orang,  melainkan langsung dan di ruangannya. "Tidak ada kata-kata keluar kebun binatang kok, " beber Edi. 

Edi berharap JK tidak menyebar fitnah atau berbohong apalagi membawa nama Darmin apakah benar ada pertemuan para dirjen menghadap JK. Baginya hanya JK dan ALLOH yang tahu. Hal tersebut perlu dikroscek ke Darmin langsung. 

"Ingat RR dicopot bukan karena kinerja,  tapi pemikirannya yang menentang ekonomi neoliberal,  sementara RR berfikir ekonomi kerakyatan. Banyak pemikiran kerakyatan yang bertentangan, " pungkas Edi. (fir


Tinggalkan Komentar