telusur.co.id -Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie meminta maaf usai gagal mempersembahkan gelar juara BWF World Tour Super 1000 Indonesia Open 2026.
Jojo sapaan akrab Jonatan, dikalahkan wakil Kanada Victor Lai dalam pertarungan dua gim langsung 19-21 dan 8-21.
Jojo gagal mengeluarkan performa terbaiknya pada final pertamanya di turnamen tahunan tersebut.
"Ya, pertama bersyukur. Terima kasih semua yang sudah datang, support, berdoa juga untuk saya. Maaf, kembali saya belum bisa memberikan hasil yang paling maksimal, yaitu medali emas. Tapi ya, ini yang bisa saya lakukan, ini yang bisa saya perbuat. Jadi ya, terima kasih banyak," kata Jojo kepada awak media usai pertandingan.
Atlet berusia 28 tahun tersebut juga membantah kartu kuning yang diberikan wasit menjadi salah satu titik balik menurunnya performa dirinya pada gum kedua.
Wasit memberikan peringatan kartu kuning kepada Jojo setelah dinilai mengulur waktu atau menunda melakukan serve.
"Enggak sih. Enggak ada pengaruh dengan kartu kuning," tegasnya.
Jojo merasa faktor utama kekalahannya di final adalah ketidakmampuan dirinya menangani tekanan sejak awal pertandingan.
Ia merasa cukup tegang sehingga kehilangan fokus di momen-momen krusial.
"Ya memang saya merasa memang pressure dari awal main,"
"Ketegangannya juga cukup terasa besar. Dan ya, saya rasa saya enggak bisa handle hal tersebut di dalam lapangan tadi. Itu saja sih," ungkap Jonatan.
Lebih lanjut Jonatan mengungkapkan rencananya usai turnamen Indonesia Open 2026 ini.
Jojo ingin memanfaatkan waktu yang ada untuk rehat sejenak dari hal-hal bulu tangkis. Ia mengaku ingin menenangkan diri sebelum fokus kembali mempersiapkan turnamen mendatang yaitu Kejuaraan Dunia dam Asian Games.
"Ya memang di tahun ini masih ada Kejuaraan Dunia, masih ada Asian Games. Dan ya, masih banyak hal yang bisa dikejar untuk ke depan."
"Tapi mungkin fokusnya saat ini adalah untuk menenangkan pikiran dulu, menjauh sebentar dari bulu tangkis, untuk merasakan lebih tenang, lebih membersihkan ya pikiran yang sudah dipakai selama tiga minggu pertandingan ini sampai hari ini," terang pebulu tangkis peringkat empat dunia ini.
"Jadi setelah itu mungkin baru kita, saya dan tim baru bisa fokus untuk ke depannya, untuk pertandingan-pertandingan berikutnya," tutup Jojo.



