telusur.co.id -Pelatih timnas Indonesia, John Herdman mengakui terpikat dengan gaya permainan gelandang muda Persija Jakarta Rayhan Hannan. Herdman menilai, Hannan memiliki kemampuan spesial dibandingkan pemain Indonesia lainnya.
Pelatih asal Inggris tersebut secara terang-terangan memuji performa Hannan dalam beberapa pertandingan terakhir Macan Kemayoran di Super League. Berdasarkan penilaian tersebut akhirnya Hannan mendadak masuk ke dalam daftar nama pemain yang dipersiapkan untuk ajang ASEAN Championship 2026.
Sebelumnya, namanya tidak masuk ke dalam 23 nama pemain yang dipanggil timnas Indonesia. Hannan masuk ke daftar 44 pemain dalam skuad provisional yang dipersiapkan untuk menghadapi FIFA Matchday Juni menghadapi Oman dan Mozambik.
Hannan sudah terlihat pada internal game skuad Garuda yang digelar di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (30/5) lalu.
Terkini, pemain berusia 22 tahun tersebut masuk ke dalam daftar skuad akhir "Garuda Calling" untuk FIFA Matchday yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada 5 dan 9 Juni.
"Dia adalah pemain muda yang bagus. Saya senang dengan intensitasnya," kata Herdman kepada awak media termasuk Telusur.co.id, di Stadion Madya, Senayan, Sabtu (30/5).
"Satu hal yang ditekankan dalam cetak biru taktis yang kami tanamkan di Indonesia adalah membutuhkan intensitas, dan saya rasa Hanan melakukannya secara alami," lanjutnya.
Herdman menilai salah satu nilai tambah Hannan sebagai pemain adalah keinginan besarnya dalam memenangkan penguasaan bola.
Eks pelatih timnas Kanada tersebut bahkan tidak harus memberitahu sang pemain untuk melakukannya.
"Anda tidak perlu memberitahunya sebagai pelatih, dia memiliki keinginan untuk memenangkan bola," puji John Herdman.
Pelatih berusia 50 tahun ini mengakui sangat menikmati cara bermain Hannan ketika membela Persija.
"Tapi saya juga menikmati, terutama untuk Persija, kemampuan kreatifnya di lima pertandingan terakhir musim ini," ujarnya.
Sebagai gelandang serang, Herdman menilai putra dari legenda sepak bola Indonesia Harry Salisbury tersebut selain memiliki kemampuan mencetak gol yang baik, ia mampu menjadi pendobrak garis pertahanan lawan dan cermat dalam bertahan.
"Saya rasa dia menunjukkan bahwa dia bisa mencetak gol, dia bisa memecah garis pertahanan, dan ketiga, ketika dia kehilangan bola, dia bersedia untuk merebutnya kembali," ungkap Herdman.
Lebih lanjut John Herdman mengakui sosok pemain binaan Persija tersebut sangat spesial diantara para pemain bertipikal menyerang yang ada di Indonesia.
Hannan dianggap memiliki hasrat dan gairah dalam bersaing merebut kembali penguasaan bola yang sebelumnya direbut lawan.
"Saya rasa di Indonesia saya melihat banyak pemain menyerang ketika mereka kehilangan bola, itu bukan masalah mereka," pungkas Herdman.
"Tapi untuk Hannan, dia menikmati bagian dari permainan tersebut," sanjungnya.



