Kaukus Muda Betawi: Jaga Jakarta, Jaga Kampung, Jaga Rumah Kite - Telusur

Kaukus Muda Betawi: Jaga Jakarta, Jaga Kampung, Jaga Rumah Kite

KH Lutfi Hakim

telusur.co.id - Situasi sosial dan politik yang berkembang akhir-akhir ini, khususnya di Jakarta, menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan masyarakat. Kaukus Muda Betawi (KMB) menyerukan pentingnya menjaga ketertiban, keamanan, dan kedamaian bersama di tengah dinamika aspirasi yang berkembang.

Penasihat Kaukus Muda Betawi, KH Lutfi Hakim mengatakan kondisi di Indonesia khususnya Jakarta sudah mengkhawatirkan. Karenanya, ia mengajak semua pihak menjaga kondisifitas Jakarta tetap aman dan damai.

“Bagi kami, Jakarta adalah rumah besar kita bersama. Rumah kite, kite jaga. Kampung kite, kite bela,” ujar KH Lutfi Hakim.

KMB menghormati hak konstitusional rakyat untuk menyampaikan pendapat sesuai UUD 1945 Pasal 28E ayat (3) dan UU No. 9/1998, namun tetap menjaga ketertiban dan keselamatan bersama. 

Aspirasi harus disampaikan secara beradab, dan penanganan aksi harus profesional dan manusiawi. “Menolak segala bentuk kekerasan, baik dari peserta aksi maupun aparat. Aspirasi harus disampaikan dengan cara beradab,” katanya.

KH Lutfi juga mengingatkan agar selalu menjaga fasilitas umum sebagai milik bersama. Merusak halte, jalan, atau perkantoran publik dan bahkan fasilitas kesehatan sama saja merugikan rakyat Jakarta sendiri.

Selanjutnya, mendorong seluruh elemen masyarakat, pemuda, mahasiswa dan aparat keamanan lebih humanis dan proporsional, sesuai prinsip HAM dan UU No. 39/1999, agar rakyat dan masyarakat Jakarta lainnya merasa dilindungi, bukan ditakuti dari aksi-aksi penyampaian pendapat maupun penanganan aksi. 

“Mengajak pemuda Betawi dan elemen Jakarta lainnya jadi penyejuk, bukan pemicu. Energi anak muda harus diarahkan untuk membangun dan menjaga kedamaian kota Jakarta yang kita cintai.”

Mengawal aspirasi lewat jalan damai dan konstitusional. Kaukus Muda Betawi siap jadi jembatan dialog rakyat dan pemerintah. Menjaga persatuan dan kedamaian Jakarta sebagai kota kita dan rumah bersama. “Biar rame asal jangan rusuh, biar beda asal jangan ribut.”

“Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat, khususnya pemuda Jakarta, mari jangan biarkan aspirasi berubah jadi anarkis. Jangan biarkan rumah kita rusak oleh tangan kita sendiri. Mari jaga Jakarta, jaga kampung, dan jaga rumah kite bersama,” tandasnya. [ham]


Tinggalkan Komentar