telusur.co.id - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mulai melakukan langkah evaluasi menyeluruh terhadap performa cabang olahraga Indonesia. Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur pencapaian target sekaligus menentukan tindak lanjut bagi cabor yang dinilai belum memenuhi ekspektasi.
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, mengatakan pihaknya saat ini tengah memetakan cabang olahraga yang gagal maupun berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Dari hasil evaluasi tersebut, Kemenpora akan menyiapkan bentuk penghargaan hingga sanksi.
“Kami sudah petakan, ada cabang yang tidak sesuai target, ada yang sesuai, bahkan ada yang melebihi target. Nanti ada penghargaan dan pasti ada evaluasi termasuk bentuk hukuman,” ujar Surono
Surono juga menegaskan evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh tanpa pengecualian, termasuk cabang sepak bola yang gagal memenuhi target medali perak setelah tersingkir sebelum semifinal. “Ya, semua kami evaluasi,” tegasnya.
Meski demikian, Kontingen Indonesia tetap mencatatkan prestasi membanggakan dengan finis di peringkat kedua klasemen akhir SEA Games Thailand 2025. Indonesia mengoleksi total 333 medali, terdiri dari 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu. Raihan ini menjadi yang terbaik dalam 30 tahun terakhir sejak SEA Games 1995 di Chiang Mai, serta pencapaian terbaik Indonesia di luar status tuan rumah.
Hasil tersebut sekaligus melampaui perolehan medali emas pada SEA Games Kamboja 2023 dan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi ajang olahraga internasional berikutnya, serta menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama olahraga di Asia Tenggara. [ham]




