Ketegangan Gencatan Senjata AS–Iran Memanas, Israel Disorot atas Serangan di Lebanon - Telusur

Ketegangan Gencatan Senjata AS–Iran Memanas, Israel Disorot atas Serangan di Lebanon

Sumber foto: Aljazeera

telusur.co.id - Gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran kembali diuji. Ketegangan meningkat setelah Israel dilaporkan melancarkan serangan di Lebanon, yang oleh Iran dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan yang baru saja tercapai.

Isu ini mencuat setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengangkat dugaan pelanggaran tersebut dalam komunikasinya dengan pimpinan militer Pakistan, Field Marshal Asim Munir, pada Rabu (8/4/2026). Sejumlah media Iran serta Al Jazeera melaporkan bahwa Teheran kini tengah mempertimbangkan langkah serius jika serangan tersebut terus berlanjut.

Kantor berita Tasnim bahkan mengutip pernyataan tegas bahwa Iran siap menarik diri dari perjanjian gencatan senjata jika Israel tidak menghentikan operasinya di Lebanon. Sikap keras juga datang dari Garda Revolusi Iran yang menyatakan akan membalas tindakan tersebut.

Dalam pernyataannya di Telegram, mereka menegaskan komitmen untuk “menghukum Israel atas kekejaman yang telah dilakukannya di Lebanon dan pelanggaran terhadap kondisi gencatan senjata.”

Seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya menambahkan bahwa cakupan gencatan senjata seharusnya bersifat luas dan mencakup kawasan konflik secara keseluruhan. Ia juga menyindir Israel sebagai pihak yang kerap mengingkari kesepakatan.

Namun, Israel membantah tudingan tersebut. Pihak militer Israel menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam cakupan perjanjian gencatan senjata. Bahkan, mereka mengonfirmasi telah melakukan “serangan terkoordinasi terbesar di seluruh Lebanon” pada hari yang sama.

Di tengah meningkatnya tensi, Pakistan berupaya meredakan situasi. Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengakui adanya laporan pelanggaran di sejumlah wilayah konflik yang dinilai merusak proses perdamaian.

Ia pun mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghormati gencatan senjata yang disepakati selama dua minggu. Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan agar jalur diplomasi dapat berjalan optimal menuju penyelesaian damai.

Sharif juga menegaskan bahwa gencatan senjata seharusnya berlaku di semua wilayah, termasuk Lebanon—berbeda dengan posisi yang disampaikan Israel.

Meski situasi memanas, upaya diplomasi tetap berlanjut. Delegasi dari Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan tiba di Islamabad pada Jumat untuk melanjutkan perundingan. Pakistan berharap pertemuan ini dapat menjadi titik balik menuju stabilitas kawasan.

Dalam pernyataannya, Sharif menyampaikan optimisme bahwa gencatan senjata sementara ini dapat berkembang menjadi perdamaian jangka panjang.

“Ini adalah gencatan senjata sementara. Namun Insya Allah, gencatan senjata ini akan berubah menjadi perdamaian yang berkelanjutan, dan api perang akan padam secara permanen,” ujarnya.

Perkembangan situasi ini menjadi sorotan dunia internasional, mengingat potensi eskalasi yang lebih luas jika ketegangan tidak segera mereda.


Tinggalkan Komentar