Khawatir Dipenjara Lagi, Habib Rizieq Konsultasi Sebelum Hadiri Acara Reuni 212 - Telusur

Khawatir Dipenjara Lagi, Habib Rizieq Konsultasi Sebelum Hadiri Acara Reuni 212

Kredit Foto: YouTube IBTV

telusur.co.id - Sebelum menghadiri acara Reuni 212 di Majisd At-Tin, Habib Rizieq Shihab mengaku sempat berkonsultasi dengan para kuasa hukumnya. Karena tidak ingin timbul masalah lantaran dirinya berstatus bebas bersyarat.

"Saya konsultasi dengan para pengacara. Nih kalau saya datang ke reuni (reuni 212), ini pelanggaran hukum apa bukan? ini yang jadi persoalan, kalau pelanggaran besok PB (pembebasan bersyarat) saya dibatalkan, besok saya dicomot lagi untuk dimasukkan ke penjara selama satu tahun. Tapi kalau bukan pelanggaran hukum, nggak ada masalah," kata Habib Rizieq saat memberi tausiyah pada acara Reuni 212, di Masjid At-Tin, Jakarta Timur, Jumat (2/12/22). 

Habib Rizieq mengaku bertanya kepada pengacara agar bisa lebih waspada menghadiri acara publik. Dia lantas mendapat penjelasan bahwa sebetulnya secara de jure atau secara hukum hadir Reuni 212 tidak melanggar, termasuk melakukan demonstrasi

"Itu secara de jure, tapi secara de facto itu bisa menjadi masalah kalau ada orang-orang yang tidak suka (lalu) mempermasalahkan. Karena itu pengacara mengatakan 'gini aja Habib', usul dari pengacara 'Habib tanya dulu, itu mereka bikin reuni bentuknya bagaimana? Kalau bentuknya demo, aksi di jalan sebaiknya Habib jangan ikut', oh pengacara tolak keras jangan ikut," jelasnya

"Walau secara hukum boleh, asal demonstrasi ada pemberitahuan ke polisi. Tapi demo itu riskan, ada satu yang nimpuk bisa ribut, kalau terjadi keributan, Habib kena, demonstrasi itu riskan karena ada orasi politik di mobil komando, begitu ada orasi politik dan dianggap tidak menyenangkan, saudara, bahkan dianggap porovokasi ke masyarakat, walau bukan saya yang bicara, tetap saya akan dipermasalahkan. Maka pengacara bilang jangan ikut kalau demo, udah nggak usah ikut, meski disebut demo damai," lanjut dia.

Oleh karena itu, Habib Rizieq menyebut sebetulnya dirinya keberatan mengikuti Reuni 212 jika bentuknya demonstrasi. Namun, setelah berdiskusi dengan panitia, Habib Rizieq menyebut Reuni 212 ternyata bukan berbentuk demonstrasi

"Kalau bentuknya seperti yang lalu-lalu, dulu pernah ada reuni kan, kalau bentuknya salat tahajud, salat subuh, zikir, ah itu nggak ada masalah, yang penting tausiahnya tausiah keagamaan. Jangan jadi orasi kayak demonstrasi, jadi ini arahan para pengacara, saya terima, karena pengacara lebih paham soal hukum nasional. Begitu kita sudah diskusi, berapa hari panitia datang sebelum acara? 3 hari sebelum acara, para panitia datang ke rumah saya bersama tokoh-tokoh 212 yang pernah ikut di tahun 2016, datang ramai-ramai sampaikan hajatnya," tuturnya

Habib Rizieq lantas mewanti-wanti bahwa dirinya bisa terancam kembali dipenjara jika Reuni 212 hari ini berujung menjadi persoalan. 

"Saya jawab dengan jawaban pengacara, saya bilang 'kalau bentuknya demo, aksi, maaf, saya tidak terima', bukan persoalan saya takut, bukan persoalan saya nggak berani, persoalannya ini strategi dakwah, strategi perjuangan, karena begitu saya ikut saya dipenjara lagi 1 tahun, saya nggak bisa kumpul gini sama umat," kata Habib Rizieq.[Fhr


Tinggalkan Komentar