telusur.co.id - Ketua Komite Nasional Palestina untuk Administrasi Jalur Gaza, Ali Shaath, mengumumkan susunan anggota komite tersebut pada Sabtu (17/1). Komite ini akan mulai bekerja dari Kairo sebelum berpindah ke Gaza untuk menjalankan rencana bantuan darurat dan pemulihan pascaperang.
Pengumuman ini disampaikan setelah Gedung Putih memastikan pembentukan Dewan Perdamaian dan menyetujui susunan Komite Nasional Palestina sebagai bagian dari tahap transisi pengelolaan Gaza. Dalam wawancara dengan media Mesir Al-Qahera News, Shaath menyatakan dirinya menjabat sebagai ketua komite yang beranggotakan 11 tokoh nasional Palestina dari berbagai sektor pelayanan sipil.
“Kami membentuk komite ini untuk melayani rakyat Gaza dan meringankan penderitaan kemanusiaan,” kata Shaath.
Ia menyebut komite telah mengadopsi rencana rekonstruksi Gaza yang diusulkan Mesir dan diadopsi Liga Arab serta OKI. Fokus awal meliputi penyediaan hunian darurat, pemulihan layanan kesehatan dan pendidikan, serta pembukaan perbatasan Rafah sebagai jalur utama bantuan kemanusiaan.
Shaath juga menyampaikan rencana pengiriman rumah sakit lapangan, evakuasi sekitar 20.000 korban luka untuk perawatan di luar negeri, serta program pemulihan pendidikan bagi anak-anak Gaza yang kehilangan akses sekolah selama hampir dua setengah tahun.
Komite ini bersifat nonpolitik dan bertugas mengelola pelayanan sipil sehari-hari berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803. Hingga kini, komite belum beroperasi di Gaza, namun Hamas menyatakan akan memfasilitasi proses serah terima.
Perang di Gaza sejak Oktober 2023 dilaporkan menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.000 orang.
Sumber: Anadolu




