Kurniasih Mufidayati: Transformasi Pendidikan Jadi Kunci Wujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 - Telusur

Kurniasih Mufidayati: Transformasi Pendidikan Jadi Kunci Wujudkan Generasi Emas Indonesia 2045


telusur.co.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menegaskan bahwa transformasi pendidikan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh agar generasi muda Indonesia memiliki daya saing global sekaligus karakter yang kuat.

Hal tersebut disampaikan Kurniasih dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema "Menata Masa Depan: Transformasi Pendidikan Indonesia untuk Generasi Emas" yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Acara tersebut juga diawali dengan penyerahan paket perlengkapan sekolah secara simbolis kepada peserta.

Menurut legislator Fraksi PKS itu, Indonesia saat ini berada pada momentum penting dalam menyongsong Generasi Emas 2045. Karena itu, sektor pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Dasarnya tentu pendidikan, karena melalui pendidikan kita dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global," ujar Kurniasih.

Ia menekankan bahwa transformasi pendidikan harus tetap berlandaskan amanat Pasal 31 Ayat 3 UUD 1945, yang tidak hanya menitikberatkan pada kecerdasan bangsa, tetapi juga pembentukan generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan memiliki kompetensi unggul.

Menurutnya, pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi akademik agar Indonesia mampu melahirkan pemimpin masa depan yang berdaya saing internasional.

Kurniasih juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam mendorong digitalisasi pendidikan sebagai bagian dari pembangunan nasional. Namun demikian, ia mengingatkan masih adanya kesenjangan kualitas pendidikan yang perlu segera diatasi, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Digitalisasi pembelajaran sangat penting karena kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Tetapi di sisi lain, masih ada pekerjaan rumah besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T agar mereka juga mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas," katanya.

Selain pemerataan akses, Kurniasih menilai penguatan pendidikan karakter masih menjadi tantangan besar. Berbagai persoalan sosial yang melibatkan generasi muda, menurutnya, menunjukkan bahwa pembentukan karakter harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional.

Ia juga menekankan pentingnya keterkaitan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri agar lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang relevan dan mampu terserap secara optimal di dunia kerja.

Sebagai mitra pemerintah di bidang pendidikan, Komisi X DPR RI terus menjalankan fungsi pengawasan serta mendukung berbagai program peningkatan kualitas pendidikan melalui kebijakan dan penganggaran.

"Kami terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan agar mampu meningkatkan daya saing Indonesia dan memperkuat reputasi bangsa di mata dunia," ujarnya.

Kurniasih turut mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha hingga media massa, untuk berkolaborasi membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan berdaya saing global.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung proses revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang tengah berlangsung. Revisi tersebut merupakan upaya kodifikasi dan harmonisasi antara UU Sisdiknas, UU Guru dan Dosen, serta UU Pendidikan Tinggi.

Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan guru, dosen, dan tenaga kependidikan harus menjadi prioritas karena mereka merupakan ujung tombak dalam mencetak generasi penerus bangsa.

"Guru dan dosen adalah pihak yang akan mendidik generasi penerus bangsa. Karena itu, kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional," kata Kurniasih.

Ia menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak semata-mata berbicara mengenai perubahan sistem, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia.

"Dari ruang-ruang kelas hari ini akan lahir para pemimpin Indonesia di masa depan. Kita berharap mereka menjadi pemimpin yang berkarakter, berdaya saing global, dan mampu membanggakan Indonesia di tingkat dunia," tuturnya.


Tinggalkan Komentar