telusur.co.id - Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma, gagal bertemu dengan terpidana kasus terorisme, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. K3datangam Lieus tak diperkenankan oleh petugas Lapas.
Lieus yang datang membawa buah-buahan ke Lapas Gunung Sindur Sabtu (30/11/19), sengaja ingin membezuk Abu Bakar Ba’asyir dan Buni Yani. Namun karena tak diperkenankan petugas untuk membezuk Abu Bakar Baasyir, Lieus akhirnya hanya bisa bertemu dengan Buni Yani, terpidana kasus pelanggaran UU ITE terkait penistaan Al Qur’an yang dilakukan Ahok, mantan gubernur DKI Jakarta.
“Petugas Lapas bilang Ustadz Abu Bakar Baasyir berada di Sel khusus dan hanya boleh dibezuk oleh keluarganya yakni isteri, anak dan cucu. Itupun hanya pada hari Kamis dan Jumat. Orang lain tidak diperkenankan membezuk beliau,” ujar Lieus menirukan ucapan petugas, Sabtu (30/11/19).
Lieus menyebut, ia sengaja datang ke Lapas Gunung Sindur karena ingin mengetahui langsung kondisi Abu Bakar Ba’asyir yang sudah uzur dan dikabarkan sakit-sakitan.
“Saya hanya ingin menghibur beliau. Menyenangkan hatinya dengan membawakan sedikit bingkisan buah-buahan. Sekalian juga ingin melihat kondisi sahabat saya di sana, Buni Yani,” ujar Lieus.
Seperti diketahui, Abu Bakar Baasyir, yang dipidana dengan kasus terorisme dipindahkan dari Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah ke Lapas Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu, 16 April 2016. Baasyir divonis 15 tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2011 lalu karena terbukti menjadi perencana dan penyandang dana bagi pelatihan kelompok bersenjata di Pegunungan Jantho, Aceh, pada 2010.
Sejumlah dakwaan yang diarahkan kepada Baasyir antara lain permufakatan jahat, merencanakan, menggerakkan, hingga memberikan atau meminjamkan dana untuk kegiatan pelatihan militer kelompok terorisme di Aceh Besar.
Awal tahun 2019 lalu sempat terdengar kabar Baasyir, dengan alasan kemanusiaan, akan dibebaskan dan diijinkan pulang ke rumah. Namun pembebasan itu batal dilaksanakan karena mendapat penolakan dari sejumlah menteri dalam kabinet presiden Jokowi.
“Tapi tak apa-apa gak bisa bertemu Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Yang penting saya sudah mendengar langsung kondisi Ustadz Abu dari petugas,” ujar Lieus sambil melangkah menuju ruang tahanan lain untuk bertemu dengan Buni Yani.
“Prihatin juga saya melihat Buni Yani. Meski tampak baik-baik saja, tapi dia sangat rindu pada anak-anaknya yang biasanya dia antar dan jemput ke sekolah,” kata Lieus. [Tp]



