Lulusan Unusa Tembus Rumah Sakit di Arab Saudi, Awali Karier dari Riyadh - Telusur

Lulusan Unusa Tembus Rumah Sakit di Arab Saudi, Awali Karier dari Riyadh

Maulidiya (dua dari kiri) wisudawati Unusa Program Studi S1 Kebidanan Alih Jenjang yang kini berkarier di Rumah Sakit Dr. Sulaiman Alhabib, Sahafa, Riyadh, Arab Saudi. Foto: Istimewa.

telusur.co.id -Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali mencatatkan capaian di tingkat internasional melalui salah satu lulusannya dari Program Studi S1 Kebidanan Alih Jenjang yang kini berkarier di Rumah Sakit Dr. Sulaiman Alhabib, Sahafa, Riyadh, Arab Saudi.

Wisudawan tersebut adalah Maulidiya, yang saat ini telah bekerja di rumah sakit tersebut sejak tahun 2023 dan tengah menjalani kontrak kerja kedua. Ia baru dapat mengikuti prosesi wisuda pada tahun ini karena sebelumnya sedang berada di Arab Saudi dan mengambil cuti kerja.

Perempuan kelahiran Pamekasan, 15 September 2001 itu merupakan anak tunggal dari pasangan Nasihah dan Sayuti. Ketertarikannya pada dunia kebidanan lahir dari dorongan keluarga serta keinginan untuk berkontribusi di bidang kesehatan ibu dan anak.

“Orang tua dan keluarga menjadi motivasi utama saya. Saya ingin bisa berkontribusi di bidang kesehatan, khususnya untuk ibu dan anak,” ujarnya.

Perjalanan karier Maulidiya terbilang cepat. Ia mengikuti proses seleksi kerja mulai dari administrasi hingga wawancara langsung dengan pihak rumah sakit di Arab Saudi. Setelah dinyatakan lolos, ia hanya membutuhkan waktu sekitar dua bulan hingga resmi berangkat bekerja.

“Dari proses wawancara sampai bekerja hanya sekitar dua bulan. Sambil menunggu, saya juga meningkatkan kemampuan bahasa secara mandiri,” ungkapnya.

Ia mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut karena menjadi pengalaman kerja pertamanya yang langsung di luar negeri.

“Saya sangat bersyukur, senang, dan terharu karena ini merupakan karier pertama saya dan langsung bekerja di luar negeri. Semua usaha dan doa akhirnya terbayarkan,” tambahnya.

Selama bekerja, Maulidiya menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perbedaan standar operasional, penggunaan teknologi yang lebih maju, hingga budaya kerja yang menuntut disiplin tinggi. Meski demikian, ia menilai hal tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Ada perbedaan dalam standar operasional, teknologi yang lebih maju, serta kedisiplinan kerja yang tinggi. Namun ini menjadi pengalaman berharga untuk terus belajar dan beradaptasi,” jelasnya.

Sebagai anak tunggal, ia juga mengakui tantangan emosional karena harus jauh dari keluarga. Namun komunikasi rutin menjadi salah satu cara untuk menjaga semangatnya.

“Pernah merasa lelah dan rindu keluarga, tetapi saya mengatasinya dengan tetap berkomunikasi dan mengingat tujuan awal,” katanya.

Pengalaman bekerja di lingkungan multinasional juga memberinya wawasan baru, terutama dalam komunikasi lintas budaya dengan pasien dari berbagai negara.

“Saya bertemu pasien dari berbagai negara, sehingga belajar banyak tentang komunikasi lintas budaya,” ujarnya.

Saat ini, Maulidiya telah menyelesaikan kontrak kerja pertama (2023–2025) dan melanjutkan kontrak berikutnya untuk dua tahun ke depan.

Pihak kampus menyebut, keberhasilan Maulidiya menjadi bagian dari tren positif lulusan Unusa yang bekerja di luar negeri, termasuk di Arab Saudi, Jepang, dan Taiwan. Capaian ini tidak hanya berasal dari bidang kesehatan, tetapi juga berbagai program studi lainnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Unusa terus memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pelatihan bahasa dan kesiapan kerja global, termasuk membuka kelas internasional di Program Studi Keperawatan.

Kontribusi lulusan tersebut juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kesehatan, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, serta SDG 8 terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Maulidiya pun memberikan pesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti jejaknya di kancah internasional.

“Jangan ragu untuk memulai. Persiapkan diri dengan baik, baik dari segi ilmu, keterampilan, maupun bahasa. Kesempatan bekerja di luar negeri terbuka lebar bagi yang mau berusaha,” pesannya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman bekerja di luar negeri memberikan nilai tambah yang besar bagi pengembangan diri.

“Bekerja di dalam negeri memang impian, tetapi memiliki pengalaman di belahan dunia lain juga menjadi pelajaran yang sangat berarti,” tutupnya.


Tinggalkan Komentar