telusur.co.id - Wakil Ketua Bidang Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Partai NasDem Jawa Barat, M. Rizky, menegaskan bahwa peresmian Gedung DPD Partai NasDem Kabupaten Bogor harus dimaknai sebagai penguatan infrastruktur politik partai, bukan sekadar simbol organisasi.
Menurut Rizky, keberadaan gedung DPD yang representatif menjadi faktor penting dalam membangun konsolidasi struktural, pengorganisasian kader, serta pusat perencanaan strategi pemenangan Pemilu 2029.
“Gedung ini harus menjadi pusat kerja politik NasDem di Kabupaten Bogor. Bukan hanya kantor administrasi, tetapi ruang konsolidasi, pusat data, dan tempat penguatan strategi pemenangan,” ujar Rizky.
Ia menilai, gedung DPD yang permanen memberikan kepastian ruang gerak bagi partai untuk bekerja secara berkelanjutan, terukur, dan profesional. Dari gedung inilah, kata dia, seluruh gerak struktur DPC hingga DPRt harus dikonsolidasikan.
“Kalau kita ingin menang, kita butuh rumah kerja yang jelas. Gedung DPD ini harus hidup setiap hari, menjadi tempat kader berdiskusi, menyusun strategi, dan menyerap aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Rizky juga menekankan bahwa keberadaan gedung partai harus berdampak langsung pada kerja-kerja pemenangan di lapangan, termasuk penguatan struktur berbasis wilayah dan TPS.
“Pemenangan tidak lahir dari baliho, tapi dari kerja organisasi yang rapi. Gedung ini harus menjadi pusat kendali pemenangan NasDem di Kabupaten Bogor,” tambahnya.
Dengan diresmikannya gedung DPD tersebut, Rizky berharap NasDem Kabupaten Bogor memiliki fondasi yang kuat untuk mempercepat konsolidasi, meningkatkan militansi kader, serta menyiapkan mesin partai yang siap bekerja menghadapi Pemilu 2029. (VC)



