Mobil Liputan Jadi Sasaran Rudal Israel, 3 Jurnalis Lebanon Gugur  - Telusur

Mobil Liputan Jadi Sasaran Rudal Israel, 3 Jurnalis Lebanon Gugur 

Fatima Fatouni dan Ali Shuaiba. Foto: Istimewa

telusur.co.id - Dua jurnalis Lebanon pro-perlawanan dan seorang juru kamera gugur ketika militer Israel melakukan serangan terhadap suatu wilayah di Lebanon Selatan.

Menurut media Lebanon, drone Israel menembakkan setidaknya empat rudal ke sebuah sedan yang sedang melaju di jalan di pinggiran kota Jezzine.

Sumber-sumber lokal awalnya mengidentifikasi korban yang meninggal adalah Fatima Fatouni, seorang koresponden untuk saluran berita televisi Al-Mayadeen yang berbasis di Beirut, dan Ali Shuaiba, seorang jurnalis untuk saluran televisi Al-Manar yang berafiliasi dengan gerakan perlawanan Hizbullah.

Sumber-sumber tersebut kemudian menyebutkan korban ketiga sebagai juru kamera Mohammad Fatouni.

Presiden Lebanon Joseph Aoun dengan cepat mengecam keras serangan udara mematikan tersebut, dan bersumpah bahwa pemerintah Beirut akan menghadapi agresi Israel yang sedang berlangsung, serta akan mengeksplorasi semua saluran yang tersedia untuk menghentikan serangan terhadap wilayah Lebanon.

Sementara itu, Menteri Informasi Lebanon Bol al-Maqras mengutuk keras insiden tersebut sebagai kejahatan perang terhadap jurnalis dan anggota pers.

Ia menekankan bahwa pihak berwenang Lebanon sebelumnya telah memberitahukan Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) tentang serangan berulang Israel terhadap jurnalis, tim penyelamat, dan personel medis.

Kelompok-kelompok perlawanan Palestina juga mengutuk serangan pesawat tak berawak Israel yang mematikan tersebut.

Gerakan perlawanan Hamas yang berbasis di Gaza mengatakan bahwa serangan itu membuktikan perilaku kriminal rezim Tel Aviv yang menduduki wilayah tersebut terhadap para jurnalis.

Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di Beirut mengecam serangan pesawat tak berawak Israel terbaru. Kejahatan mengerikan rezim Zionis kali ini menargetkan media Lebanon dan mengakibatkan gugurnya anggota pers.

"Serangan keji ini terjadi di tengah kegagalan para penyerang untuk meraih prestasi apa pun di medan perang, dan upaya putus asa mereka untuk membungkam suara kebenaran dan mereka yang mendokumentasikan kekejaman mereka, serta mengungkap klaim kosong mereka," bunyi pernyataan tersebut.

Misi diplomatik Iran menyampaikan belasungkawa terdalam kepada Lebanon dan para awak media di negara-negara Arab atas insiden tragis tersebut.

Perkembangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah para pejuang perlawanan Hizbullah melakukan gelombang serangan baru terhadap pasukan militer Israel dan instalasi mereka untuk membela Lebanon dan negaranya.

Pada hari Jumat, Hizbullah mencetak rekor baru dengan lebih dari 100 serangan melawan pasukan Israel dalam kurun waktu 24 jam.[Nug]


Tinggalkan Komentar