telusur.co.idJakarta - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasim Khan mendorong agar setiap titik rest area di Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (PROBOWANGI) menyediakan stand bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) daerah, tak terkecuali UMKM binaan pondok pesantren atau santri. Pasalnya, selama ini rest area mayoritas diisi oleh pelaku usaha besar dan ritel modern.

Dengan adanya porsi stand yang cukup strategis bagi kalangan UMKM, Nasim Khan berharap bakal memberikan keuntungan bagi pelaku UMKM dan ekonomi lokal, tak terkecuali UMKM binaan pondok pesantren, mereka pun bisa ikut menikmati pembangunan proyek nasional.

"Ini juga berdampak pada pengembangan pondok pesantren, kaum santri melalui umkm. Karena kabupaten situbondo dikenal sebagai kota santri bumi shalawat nariyah, kita harap setiap titik rest area memfasilitasi UMKM pondok pesantren," ujar Nasim Khan di Senayan, Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Seringkali, lanjut pria yang akrab disapa Bang NK ini, pelaku UMKM menghadapi berbagai persoalan ketika akan berjualan, salah satunya yakni kendala tempat penjualan. Dengan adanya instrument pemberian porsi stand bagi para pelaku UMKM lokal, tak terkecuali UMKM binaan Pondok Pesantren, pelaku UMKM tentu akan sangat terbantu dan dapat bersaing dengan pelaku usaha yang lebih besar.

"Pembangunan Jalan Tol Probowangi harus melibatkan UMKM lokal, agar pelaku UMKM ini bisa berdaya dan maju," ujar Wakil Bendahara Umum PKB ini.

Pada kesempatan ini, Bang NK juga menyampaikan hasil koordinasi dengan Bupati Situbondo ihwal dilibatkannya UMKM Situbondo yang berjualan di Rest Area Jalan Tol PROBOWANGI sebagaimana amanah Undang-undang Cipta Kerja, yaitu partisipasi UMKM.

“Exit tol di Situbondo awalnya cuma ada 3 titik, kemudian Pemkab Situbondo menginginkan 4 empat exit. Tapi, kita usulkan 5 exit tol. Untuk UMKM, Alhamdulilah PT Jasa Marga sudah sepakat di exit tol atau rest area 30 persen itu untuk pengembangan UMKM," ucap dia.

Adapun titik Exit Tol yang diusulkan Komisi VI DPR RI, yaitu Exit 1 Besuki akses ini bisa menuju arak-arak Bondowoso dan Pasir putih, Exit 2 langsung ke Wisata Pantai Pasir Putih, exit ke 3 area kota sekitar Kecamatan Panji, exit ke 4 di Asembagus–Curah Kalak Jangkar.

Tumbuhkan Ekonomi Berbasis Pariwisata

Tak hanya mempercepat jarak tempuh dan menggerakan ekonomi UMKM di rest area. Wakil rakyat asal Dapil Jatim III (Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi) ini juga meyakini, pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Probowangi) juga bakal menumbuhkan ekonomi berbasis pariwisata

"Sektor pariwisata insha alloh bakal bergeliat dan memberikan efek domino ke rakyat, khususnya makanan asli daerah, kerajinan tangan atau penginapan-penginapan juga ikut bergerak," ujar dia.

Probolinggo, Situbondo dan Banyuwangi, kata putra asli Situbondo ini merupakan daerah yang menawarkan pesona pariwisata yang luar biasa.

"Untuk menunjang program pemerintah, Presiden memberikan bantuan pengembangan wisata Ijen dari Kayumas sebesar RP 250 Miliar, itu sudah tertuang di Perpres No 80. Exit ke 4 ini, adalah akses menuju lingkar Wisata Ijen, exit tol ke 5 di Bajulmati untuk akses Taman Nasional Baluran, Kabupaten Situbondo dan Taman Nasional Baluran sendiri sudah ada kontrak dengann swasta yaitu pengembangan Taman Nasional Persada yang sudah mau investasi sekitar RP 2 Trilyun,” tambah dia. 

Sebelumnya, Bang NK bersama sejumlah anggota Komisi VI DPR RI meninjau pembangunan Tol Probolinggo-Situbondo - Banyuwangi untuk memantau perkembangan progres jalan tol yang menjadi titik akhir yang merupakan program prestisius pemerintah.

Pada kesempatan itu, Bang NK berharap agar pembebasan lahan atau tanah rakyat terdampak pembangunan proyek nasional, harus sesuai dengan nilai jual objek pajak (NJOP) dan sesuai dengan standart pasaran yang layak.

"Kita berharap pembebasan tanah rakyat diwilayah itu, harus sesuai dengan NJOP dan standart pasaran yang layak, dan jangan sampai kita terjebak provokasi para calo,” kata dia.

Pembangunan Jalan tol PROBOWANGI merupakan pembangunan jalan terpanjang di pulau jawa dengan total panjang yakni 171,516 kilometer dan terbagi menjadi tiga sesi.

Anak Buah Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ini menjelaskan, untuk pembangunan jalan tol sesi 1 akan dikerjakan dari Probolinggo-Besuki sepanjang 29,6 kilometer. Selanjutnya, untuk sesi 2 pekerjaan akan dilaksanakan dari Besuki-Bajulmati sepanjang 110,875 kilometer dan untuk sesi ke 3 pembangunan jalan tol akan digarap dari Bajulmati-Ketapang sepanjang 31,041 kilometer. 

“Kita membahas pembangunan jalan Tol PROBOWANGI bersama PT Jasa Marga (persero) Tbk, PT Hutama Karya (persero), PT PP(persero) Tbk, PT Wijaya Karya (persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (persero) Tbk, dan PT Jasa Raharja (persero) yang bertempat di Taman Dayu Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur,” ujar dia.

Nasim Khan juga membahas tentang perkembangan pembangunan jalan tol dan permasalahan pengerjaan yang tertunda akibat COVID-19 dan permasalahn pembebasan lahan.

"Permasalahan yang ada sebelumnya kita bahas di banggar DPR RI dan Kementrian yang akhirnya disepakati pemberian dana talangan Rp 2 trilyun,” katanya. 

Awalnya pembangunan Jalan Tol PROBOWANGI diproyeksikan menelan biaya kurang lebih sebesar Rp 23 Trilyun. Namun saat ini membengkak menjadi Rp 32 Trilyun lebih.

“Salah satu penyebab mundurnya proyek ini, karena menunggu finishnya pembanguan jalan tol Pasuruan– Probolinggo dan pandemi COVID-19. Sebelum Kunspek, saya sempat berkoordinasi dan meminta masukan kepada Bupati Situbondo, H.Dadang Wigiarto untuk menyatukan misi, terutama dalam pembebasan lahan rakyat agar proyek pembanguna jalan Tol bisa berlangsung lancar dan tidak terjadi Delay,” jelasnya. 

Pembebasan lahan sesi 1 yakni Probolinggo – Besuki, kata Nasim Khan, sudah berjalan sekitar 21 %, sedangkan untuk sesi 2, yaitu Besuki hingga Bajulmati masih 0 koma sekian persen.

“kita berharap pembebasan tanah rakyat diwilayah itu, harus sesuai dengan NJOP dan standart pasaran yang layak, dan jangan sampai kita terjebak provokasi para calo,” harap Nasim Khan. 

Selain itu, Nasim Khan juga berharap dalam pelaksanaan pembebasan lahan yang akan digunakan jalan tol nantinya, pemerintah kabupaten bisa berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat.

Bang NK juga tak ingin pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Probowangi ini dimanfaatkan untuk hal politis oleh orang atau kelompok tertentu. 

“Sebagai wakil rakyat sesuai fungsi-nya , saya akan tetep mengawasi, apalagi pembangunan jalan tol ini ada di dapil saya, dimana sejak awal roadmap plane saya juga ikut mengawal agar jalan tol melewati Kabupaten Situbondo. Karena saya yakin Jalan Tol yang ada di Kabupaten Situbondo akan menjadi jalan tol terindah se Indonesia. Karena jalan tol di Kabupaten Situbondo akan melintasi pegunungan, pinggir pantai dan savana satwa alam liar,” jelas Nasim Khan. 

Nasim Khan menjelaskan, untuk pembangun sesi 1 Probolinggo – Besuki akan dikerjakan oleh KSO PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, untuk sesi 2 Besuki–Bajulmati dikerjakan oleh KSO PT Adhi Karya (Persero) Tbk-PT Nindya Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero). Sementara, untuk sesi 3 Banyuwangi akan dikerjakan oleh KSO PT PP (Persero) Tbk dan Gorip Nanda Guna. 

Diketahui, kunspek Komisi VI DPR RI ke Jatim ini diikuti oleh sejumlah Anggota Komisi VI DPR RI. Diantaranya yakni Ketua tim Ir. H.M Nasim Khan (F-PKB), Singgih Jauar Atmoko (F-PG), H.M Idris Laena (F-PG), Doni Akbar.SE (F-PG), Henrik Lawerissa (F-Gerindra), Supratman Andi Agtas (F-Gerindra), H. Subardi (F- Nasdem).

"Kemudian, Mohammad Toha (F-PKB), H.Anton Sukartono Suratto (F-PD), Hj. Melani Leimana Suharli (F-PD), Hj, Nevi Zuairina (F-PKS), Daeng Muhammad (F-PAN)dan Abdul Hakim B (F-PAN),” jelas Bang NK.