telusur.co.id - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan optimisme atas jalannya negosiasi terkait kemungkinan Amerika Serikat mengambil alih kendali atas Greenland. Pernyataan itu disampaikannya pada Minggu (15/2) usai pertemuan dengan perwakilan Greenland dan Denmark.
Berbicara dalam konferensi pers setelah pembicaraannya dengan Perdana Menteri Slowakia, Robert Fico, di Bratislava, Rubio menegaskan bahwa proses diplomatik berjalan konstruktif.
“Kami mengikuti prosesnya dengan baik, kami terlibat diskusi dengan mereka, dan saya merasa sangat positif dan optimistis bahwa kami berada di jalur perundingan yang baik,” ujarnya.
Greenland merupakan wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark, namun isu mengenai masa depannya kembali mencuat setelah Presiden AS, Donald Trump, berulang kali menyatakan pandangannya bahwa pulau strategis di kawasan Arktik itu seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Gagasan tersebut menuai respons tegas dari Kopenhagen dan Nuuk. Pemerintah Denmark dan Greenland menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial mereka, serta memperingatkan Washington agar tidak mengambil langkah sepihak.
Di tengah dinamika geopolitik kawasan Arktik yang semakin strategis, perkembangan negosiasi ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan internasional. Optimisme Washington kini berhadapan dengan ketegasan Denmark dan Greenland dalam mempertahankan status wilayah tersebut.



