Nggravel Blitar 2026 Dorong Sport Tourism dan Perkuat Ekonomi Lokal - Telusur

Nggravel Blitar 2026 Dorong Sport Tourism dan Perkuat Ekonomi Lokal

Ajang Balap Sepeda gelaran Nggravel Blitar 2026 yang sukses digelar pada Minggu (19/4). Foto: Istimewa.

telusur.co.id -Kabupaten Blitar kembali menjadi sorotan melalui gelaran Nggravel Blitar 2026 yang sukses digelar pada Minggu (19/4). Ajang balap sepeda gravel yang diinisiasi Mainsepeda ini tidak hanya menjadi wadah bagi pecinta sepeda off-road, tetapi juga membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian lokal.

Kegiatan dimulai dari Kantor Bupati Blitar di Kanigoro pada pukul 05.30 WIB untuk kategori race. Satu jam kemudian, peserta kategori non-race menyusul dengan rute berakhir di Museum Penataran. Rute yang dipilih mengeksplorasi bentang alam Blitar dari wilayah utara hingga selatan, menampilkan potensi wisata yang beragam.

Bupati Blitar, Rijanto, mengapresiasi penyelenggaraan event ini yang untuk kedua kalinya digelar di wilayahnya. Ia menilai Nggravel Blitar berhasil menarik perhatian peserta dari berbagai daerah.

"Hari ini yang datang dari semua penjuru kota, tidak hanya Blitar, Jawa Timur. Bahkan luar Jawa Timur juga banyak yang hadir," ujar Rijanto.

Dukungan penuh juga diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar guna memastikan kelancaran acara. Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti, menegaskan bahwa event ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah secara lebih luas.

"Kami sangat bangga dan mendukung apalagi ini sifatnya event nasional. Harapannya secara tidak langsung potensi alam dan UMKM kami akan tereksplorasi lebih luas," ujarnya.

Founder Mainsepeda, Azrul Ananda, menyebut Blitar sebagai salah satu lokasi terbaik untuk olahraga off-road di Indonesia karena memiliki karakter medan yang unik dan menantang.

"Terima kasih Pemerintah Kabupaten Blitar yang men-support karena anda punya 'Disney Land-nya off-road', jadi gak semua kota punya hal yang sama," kata Azrul.

Untuk mendukung keamanan peserta, pemerintah daerah menyiapkan fasilitas kesehatan di sejumlah titik. Empat unit ambulans disiagakan serta tim puskesmas ditempatkan di tiga titik check point (CP).

"Kita akan optimalkan apa yang dibutuhkan. Pertama kaitannya dengan CP, menyediakan sarana kesehatan dan memperbantukan tim puskesmas di tiga lokasi CP. Selain itu, start di Kantor Bupati dan finish di Museum Penataran juga kita fasilitasi," imbuh Khusna.

Dari sisi partisipasi, Nggravel Blitar 2026 mencatat kehadiran 360 pesepeda, dengan sekitar 85 persen di antaranya berasal dari luar Blitar Raya. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kehadiran peserta dari luar daerah turut memberikan dampak ekonomi, terutama bagi sektor perhotelan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai produk lokal turut ditampilkan di area finish, termasuk kuliner khas seperti es pleret.

Selain itu, pemerintah daerah juga memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan berbagai destinasi unggulan, seperti Kampung Coklat, kawasan pantai di Jalur Lintas Selatan (JLS), hingga Museum Penataran. Potensi lain seperti perkebunan pisang cavendish dan nanas juga turut diperkenalkan kepada para peserta.

Edisi tahun ini juga menghadirkan inovasi dengan dibukanya kategori race sejauh 100 kilometer, melengkapi kategori non-race sejauh 80 kilometer. Penyelenggara menerapkan aturan ketat, termasuk larangan penggunaan sepeda listrik (e-bike) dan konsep unsupported, guna menjaga sportivitas.

Persaingan di kategori race berlangsung ketat dengan pemenang berasal dari berbagai daerah. Di kategori MTB Men 34 and Under, Adrian Kurniawan dari Blitar keluar sebagai juara. Berry Perdana Putra dari Jakarta memenangkan kategori MTB Men 35–44, sementara I Made Karang dari Mataram menjadi yang terbaik di kategori MTB Men 45 and Up. Untuk kategori MTB Women 30 and Up, kemenangan diraih Zanira Hanifah dari Surabaya.

Pada kategori Gravel Bike, atlet nasional Yusuf Kibar dari Tangerang menjadi yang tercepat di kelas Gravel Men 34 and Under. Trihadi Siswanto dari Sidoarjo menjuarai kategori Gravel Men 35–44, sedangkan John Boemihardjo dari Surabaya unggul di kategori Gravel Men 45 and Up. Di sektor perempuan, Maghfirotika Marenda dari Sukoharjo dan Ivo Ananda dari Surabaya masing-masing meraih juara di kategori Gravel Women.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan dampak ekonomi yang signifikan, Nggravel Blitar dinilai berpotensi menjadi agenda sport tourism unggulan yang mampu mengangkat citra Kabupaten Blitar di tingkat nasional.


Tinggalkan Komentar