telusur.co.id - Petugas medis dan warga Palestina di Gaza menyatakan bahwa tank-tank Israel pada hari Selasa (16/4/24) kembali ke daerah-daerah di Jalur Gaza utara yang telah mereka tinggalkan beberapa minggu lalu, sementara jet-jet tempur melancarkan serangan udara ke kota Rafah – tempat perlindungan terakhir bagi warga Palestina di Jalur Gaza selatan- hingga menjatuhkan banyak korban jiwa dan luka. Demikian dilansir dari Rai Al Youm, Rabu (17/4/24).

Warga menyebutkan bahwa internet terputus di Beit Hanoun dan Jabalia di Jalur Gaza utara. Warga dan media yang berafiliasi dengan Hamas juga mengatakan bahwa tank-tank Zionis memasuki Beit Hanoun dan mengepung sekolah-sekolah tempat warga pengungsi berlindung.

Seorang penduduk Gaza utara kepada Reuters mengatakan “Pasukan pendudukan (Israel) memerintahkan semua warga di sekolah dan rumah, tempat tank menyerbu, untuk mengungsi, dan tentara menangkap banyak pria.”

Beit Hanoun, dengan populasi 60.000 jiwa, adalah salah satu daerah pertama yang menjadi sasaran invasi darat Israel ke Gaza pada Oktober lalu. Serangan tersebut mengubah sebagian besar Beit Hanoun menjadi kota hantu yang dipenuhi tumpukan puing, setelah sebelumnya terkenal dengan kebun-kebun buahnya.

Beberapa warga mengatakan bahwa banyak keluarga yang semula pulang ke Beit Hanoun dan Jabalia dalam beberapa minggu terakhir menyusul penarikan pasukan Israel kini mulai beranjak lagi akibat invasi baru Israel.

Pejabat kesehatan Palestina mengatakan, tentara Israel membunuh empat orang dan melukai beberapa lainnya dalam serangan di Rafah, tempat lebih dari separuh penduduk Gaza yang berjumlah 2,3 juta orang berlindung sambil mengantisipasi serangan darat yang direncanakan Israel terhadap kota yang berbatasan dengan Mesir itu.

Enam bulan setelah dimulainya perang masih belum ada terobosan dalam perundingan yang didukung AS dan dikelola  Qatar dan Mesir untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza antara Israel dan Hamas, yang masih bersikukuh pada pendirian dan persyaratan masing-masing. [Tp]