Pelindo Dorong Transformasi Pelabuhan Lewat Kolaborasi dengan ALFI Jatim - Telusur

Pelindo Dorong Transformasi Pelabuhan Lewat Kolaborasi dengan ALFI Jatim

Direktur Utama TPS Wahyu Widodo memaparkan materi kepada peserta sharing session (Coffee Morning). Foto: Istimewa.

telusur.co.id -PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama Subholding Pelindo Terminal Petikemas memperkuat komitmen pengelolaan bisnis berkelanjutan melalui forum diskusi bersama DPW ALFI/ILFA Jawa Timur.

Forum bertajuk Coffee Morning tersebut digelar di Arcadia Hotel, Rabu (20/5), sebagai upaya memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan sinergi lintas sektor demi menciptakan sistem operasional kepelabuhanan yang lebih terintegrasi, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan industri logistik.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Petikemas Surabaya, Erika A. Palupi, mengatakan peningkatan kualitas layanan terminal petikemas tidak dapat dilakukan secara terpisah tanpa keterlibatan seluruh ekosistem pelabuhan.

“Pelabuhan merupakan ekosistem yang melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu, peningkatan layanan membutuhkan kolaborasi dan komunikasi yang kuat antara operator, pengguna jasa, pelaku logistik, perusahaan pelayaran, serta stakeholder terkait lainnya,” ujar Erika.

Dalam forum tersebut, isu kepadatan aktivitas terminal petikemas dan masa penumpukan kontainer menjadi salah satu pembahasan utama. Menurut Erika, tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kapasitas infrastruktur fisik, tetapi juga efektivitas sistem pelayanan dan kedisiplinan operasional seluruh pihak yang terlibat.

“Tantangan kepadatan juga dipengaruhi oleh efektivitas sistem pelayanan, kecepatan administrasi, sinkronisasi data, hingga kedisiplinan proses operasional di lapangan. Kondisi ini menuntut pola operasional yang lebih responsif serta penguatan koordinasi lintas entitas dan instansi,” tambahnya.

Selain membahas aspek operasional, forum tersebut juga menyoroti pentingnya transformasi budaya kerja di lingkungan pelabuhan agar lebih adaptif dan berorientasi pada pelayanan prima (service excellence). Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing ekosistem logistik nasional di tingkat global.

Sejumlah masukan strategis juga disampaikan para pelaku usaha yang hadir dalam forum tersebut. Beberapa poin yang disepakati untuk ditindaklanjuti bersama meliputi standardisasi layanan bongkar muat, optimalisasi lapangan penumpukan guna mencegah bottleneck, serta penguatan konsistensi sistem digital untuk memangkas birokrasi dan waktu tunggu (dwelling time).

Melalui forum yang berlangsung interaktif tersebut, Pelindo dan DPW ALFI/ILFA Jawa Timur optimistis dapat memperkuat transformasi operasional pelabuhan agar lebih kompetitif, efisien, dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari peningkatan layanan, pengelola terminal juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan proses operasional, memperkuat koordinasi layanan, mengoptimalkan fasilitas pelabuhan, serta meningkatkan pemanfaatan sistem digital guna mendukung pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan efisien.

Sementara itu, DPW ALFI/ILFA Jawa Timur bersama para pengguna jasa menyatakan kesiapan mendukung kelancaran operasional pelabuhan melalui peningkatan kepatuhan terhadap prosedur layanan, optimalisasi perencanaan kegiatan logistik, percepatan administrasi, serta penguatan komunikasi dengan operator terminal dan instansi terkait.


Tinggalkan Komentar