telusur.co.id - Minimnya akses pelatihan kerja dan kebutuhan peningkatan keterampilan menjadi aspirasi yang banyak disampaikan pemuda Parigi Mekar dalam Reses I Tahun Sidang 2025–2026 Anggota DPRD Jawa Barat, M. Rizky.
Para pemuda mengungkapkan bahwa mereka membutuhkan pelatihan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri, serta sertifikasi resmi agar dapat bersaing di pasar kerja. Sebagian warga juga menyoroti terbatasnya informasi lowongan kerja yang dapat diakses oleh masyarakat di tingkat desa.
Menanggapi hal tersebut, M. Rizky menekankan bahwa peningkatan kemampuan pemuda merupakan investasi jangka panjang yang harus mendapat perhatian serius.
“Pelatihan tidak boleh berhenti pada teori. Pemuda perlu kompetensi yang diakui industri agar mereka siap masuk dunia kerja,” ujar Rizky.
Ia mendorong agar program pelatihan kejuruan, sertifikasi, dan akses job platform provinsi dapat dijangkau oleh masyarakat desa secara lebih merata. Rizky juga menegaskan bahwa informasi ketenagakerjaan harus diperkuat, termasuk melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan perangkat desa.
Selain pelatihan, warga meminta agar pemerintah membuka peluang usaha kecil melalui program berbasis komunitas untuk membantu pemuda yang ingin memulai usaha mandiri.
“Pemuda yang memiliki keterampilan adalah modal besar bagi desa. Aspirasi ini akan kami kawal agar terhubung dengan program yang tepat,” lanjutnya.
Rizky menegaskan bahwa seluruh masukan tersebut akan dibawa dalam pembahasan resmi di DPRD dan dikoordinasikan dengan dinas terkait untuk pelaksanaan program yang lebih terarah. (VC)



