Per Hari, 20 Ribu Orang akan Disuntik Vaksin Covid-19 di DKI - Telusur

Per Hari, 20 Ribu Orang akan Disuntik Vaksin Covid-19 di DKI

Vaksin Covid-19 produksi Sinovec sudah tiba di Indonesia. (Setpres).

telusur.co.idPemprov DKI Jakarta menargetkan dalam satu hari ada sebanyak 20.473 warga Jakarta yang nantinya akan disuntikan vaksin Covid-19.

Pelaksanaan penyuntikan vaksi Covid-19 sendiri akan dimulai minggu kedua atau minggu ketiga bulan Januari 2021.

"Kapasitas penyuntikan 20.473 orang per hari," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Partria kepada wartawan di Jakarta Senin (4/1/20).

Riza mengatakan, data warga yang disuntikan vaksin itu dari pemerintah pusat dengan memakai berbagai sumber data dari sistem Indormasi SDM Kesehatan (Kemenkes), Disdukcapil, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan.

"Sasaran bersifat top down dari pemerintah pusat," ucap Ketua DPD Gerindra DKI ini.

Riza melanjutkan, sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 1 diperuntukan bagi tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang, serta mahasiswa yang tengah menjalani pendidikan profesi kedokteran di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Riza mengungkapkan, dari data yang dihimpun, ada sebanyak 119.145 tenaga kesehatan yang nantinya mendapatkan vaknisasi corona pada tahap awal.

"Penerima tahap pertama ditujukan kepada tenaga kesehatan, dengan sasaran di DKI sejumlah 119.145," papar Riza.

Untuk saat ini, Riza mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak meremehkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Hal ini sebagai penangkal corona saat ini sebelum vaksinasi.

"Disiplin menjalankan protokol keaehatan dengan makai masker, dan jaga jarak," pungkasnya.

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas menegaskan bahwa kedisiplinan masyarakat dan vaksinasi harus berjalan beriringan.

Vaksinasi yang ditargetkan untuk kurang lebih 182 juta penduduk Indonesia memerlukan waktu sehingga seluruh pihak tidak boleh lengah terhadap penyebaran virus korona penyebab Covid-19.

"Meski ada vaksinasi, disiplin tetap diperlukan karena Covid-19 ini masih ada di global. Jadi pandemi global ini belum berakhir," ujarnya. [Tp]


Tinggalkan Komentar