telusur.co.id - Berdasarkan data Survei Indeks Literasi Digital Nasional 2021, sebanyak 56,6 persen pengguna internet di Indonesia adalah perempuan. Presentase tersebut menjelaskan bahwa perempuan Indonesia telah mendapatkan akses ke teknologi dan sedang menjalani migrasi dan transformasi digital.
Dampak penyebaran Covid-19 lantas menjadikan perempuan aktif dalam dunia digital, dapat diilustrasikan seperti halnya perempuan sebagai pendamping anak belajar dari rumah saat pandemic mau tidak mau banyak belajar dan menyelami dunia digital, yang akhirnya mahir juga dalam bersocial media, checkout di platform E- Commerce, bahkan tidak sedikit yang menjadi pengusaha.
Peranan perempuan dalam dunia digital dibahas dalam seminar during NGOBRAS (Ngobrol Bareng Legislator) mengangkat tema “Perempuan dan Budaya Digital” pada Senin (25/4/22).
Seminar ini merupakan program kerja Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia.
NGOBRAS kali ini menghadirkan tiga narasumber yaitu, Dirjen aplikasi dan Informatika Samuel Abrijani Pangerapan, Influencer Erra Fazhira, dan Anggota Komisi I DPR RI, R. Imron Amin.
Semuel Abrijani Pangerapan menuturkan, perempuan berperan dalam membentuk karakter Bangsa. Perempuan tak hanya membangun dirinya dan keluarganya, tapi juga membangun masyarakat dan negara.
"Sebuah keluarga dan Bangsa akan menjadi kuat dan berdaya jika perempuan-perempuan yang ada di dalamnya juga kuat dan cerdas," kata Semuel.
Dalam sesi pemaparan materi, Anggota Komisi I DPR RI, R. Imron Amin menegaskan, pengharapan terhadap kegiatan ini masyarakat khususnya perempuan cakap dalam menggunakan teknologi dan media digital dengan benar dan bertanggung jawab di tingkat dasar, dan mahir, serta tidak melupakan juga kelas literasi digital untuk masyarakat inklusif.
"Bahkan perempuan juga turut bisa produktif di dunia digital semisalkan menjadi pedagang online, influencer, youtuber," ujarnya.
Erra Fazhira memaparkan wanita modern harus kreatif dalam persahabatan, cinta strategi untuk bertahan hidup.
“Sebagai perempuan, kita adalah kunci untuk pembangunan berkelanjutan dan kualitas hidup dalam keluarga yang senantiasa berperan penting dalam mengembangkan dan menjaga budaya,” terangnya.
Erra Fazhira menutup sesinya dengan menyampaikan pesan menarik di akhir acara.
“Perempuan cantik karena otentik, mari percaya diri, saling support antara sesama wanita, ada yang cantik wajahnya, suaranya, cara berbicaranya, bahkan ada yang cantik cara perempuan mendengarkan, semuanya cantik dan mari percaya diri," tukasnya.
Untuk bisa mendapatkan Informasi mengenai Kegiatan Ngobrol Bareng Legislator "Ngobras" dan kegiatan lainnya, dapat dilihat di info.literasidigital.id atau follow media sosial @siberkreasi. [Tp]
Perempuan Juga Bisa Produktif di Dunia Digital
NGOBRAS (Ngobrol Bareng Legislator) bertajuk “Perempuan dan Budaya Digital” pada Senin (25/4/22).



