Perpusnas Menyayangkan Penurunan Anggaran - Telusur

Perpusnas Menyayangkan Penurunan Anggaran

Ketua Komisi X Hetifah Sjafudian saat sedang RDP. Foto yudo

telusur.co.id - Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) Endang Aminudin Aziz menyayangkan adanya penurunan anggaran  yang sangat signifikan pada Perpusnas tahun anggaran 2026 Jika dibandingkan dengan anggaran tahun sebelumnya. 

Keterbatasan anggaran tersebut menurutnya berimplikasi pada sulitnya anggaran terdistribusi secara merata ke sejumlah unit kerja. Disamping itu, minimnya anggaran tersebut dinilai tidak cukup untuk membiayai program prioritas nasional yang telah ditetapkan oleh Bappenas.  

"Kegiatan-kegiatan memfasilitasi anak-anak kita di desa-desa untuk peningkatan kecakapan literasi, sekarang tidak ada lagi," terangnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR RI pada Rabu (14/1/2026) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. 

Lebih lanjut Endang menuturkan bahwa Perpusnas sempat mencoba mengajukan anggaran belanja tambahan tahun 2026 kepada Presiden sebesar Rp. 644.680.119.000. 

Meski Komisi X sudah memberikan dukungan dan pengajuan tersebut telah dibahas di Banggar, namun sampai saat ini Perpusnas tak kunjung mendapatkan anggaran tambahan. 

"Kami berharap dengan dukungan dari bapak dan ibu yang terhormat di Komisi X ini, mudah-mudahan kiranya sinyal bagus untuk penambahan anggaran ini," ujarnya. 

Senada dengan Endang, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati turut prihatin dengan kondisi yang dialami Perpusnas. Sebab menurutnya, di saat masyarakat Indonesia membutuhkan keberadaan Perpusnas untuk menjawab tantangan zaman, mengecilnya anggaran tersebut semakin memperkecil peran Perpusnas khususnya dalam meningkatkan literasi masyarakat. 

"Tetapi di saat itu pula anggaran kita ternyata untuk Perpusnas menjadi sangat kecil," pungkasnya. 

Sebagai informasi, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Perpustakaan tahun anggaran 2026 berjumlah Rp. 377.999.537.000 Milyar. Dari jumlah tersebut, Perpusnas mengalokasikan dana tersebut untuk fungsi dukungan manajemen sebesar Rp. 298.547.226.000 Milyar, dan fungsi perpustakaan dan literasi Rp. 79.452.311.000.

Kondisi tersebut berbanding jauh jika dibandingkan dengan total pagu anggaran yang dialokasikan sebelum ada penyesuaian kepada Perpusnas tahun 2025 sebesar Rp. 721.684.480.000 Milyar. Dari anggaran awal tersebut, sebanyak Rp. 132.094.277.000 Milyar tidak dapat digunakan atau diblokir. Sehingga anggaran yang siap dan tersedia untuk dibelanjakan setelah pemblokiran sebesar Rp. 589.590.203.000 Milyar.

Pada tahapan realisasi, jumlah total anggaran efektif yang berhasil dibelanjakan dan diserap Perpusnas berjumlah Rp. 583.255.393.296. Sedangkan sisa anggaran efektif yang tidak berhasil dibelanjakan hingga akhir periode sebesar Rp. 6.334.809.704 Milyar.

Persentase realisasi anggaran ini dinilai sangat tinggi karena penyerapannya hampir sempurna dari anggaran efektif. [ham]


Tinggalkan Komentar