PKS Minta Prabowo Sampaikan Duka Cita Terbuka ke Iran Atas Wafatnya Ali Khamenei - Telusur

PKS Minta Prabowo Sampaikan Duka Cita Terbuka ke Iran Atas Wafatnya Ali Khamenei

Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. foto AP

telusur.co.id - Ketua MPP PKS Mulyanto menyarankan Pemerintah sampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, karena serangan rudal Amerika Serikat. Ungkapan bela sungkawa itu sangat perlu demi menjaga hubungan baik yang selama ini terjalin antara Indoensia dan Iran.

"Ungkapan ini sebagai wujud konsistensi hubungan bilateral sejak 1950-an, memperkuat citra Indonesia sebagai negara berprinsip bebas aktif, serta menegaskan komitmen terhadap perdamaian dunia," kata Mulyanto dalam keterangannya, Rabu (5/3/2026). 

Mulyanto mengingatkan Indonesia dan Iran telah menjalin hubungan diplomatik formal sejak tahun 1950. Dengan demikian Iran merupakan salah satu mitra bilateral terlama dan sahabat strategis Indonesia di kawasan Asia dan dunia. Hubungan yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade ini dibangun atas dasar saling menghormati kedaulatan dan kepentingan nasional masing-masing negara.

Kedua negara tidak hanya berbagi kerja sama politik dan ekonomi, tetapi juga memiliki hubungan budaya dan historis yang panjang. Interaksi antarbangsa bahkan telah terjalin sejak masa perdagangan kuno, memperkuat fondasi persahabatan kedua negara.

Dalam momentum duka nasional di Iran atas wafatnya Ali Khamenei, penyampaian ucapan belasungkawa dari pemerintah Indonesia merupakan bentuk penghormatan atas hubungan persahabatan yang telah lama terjalin tersebut.

Dia menerangkan, Indonesia menganut prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, yang berarti tidak memihak kekuatan manapun, tetapi aktif berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia. Penyampaian duka cita merupakan tindakan kemanusiaan yang tidak bertentangan dengan prinsip tersebut.

"Sebagai negara yang menjunjung tinggi Pancasila dan amanat konstitusi untuk ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia, Indonesia memiliki posisi moral untuk menunjukkan empati terhadap bangsa yang sedang berduka,” kata Mulyanto.

Sejumlah negara sahabat di kawasan dan dunia Islam telah menyampaikan belasungkawa secara resmi. Perdana Menteri Malaysia, serta Presiden Turki melalui Recep Tayyip Erdoğan, telah menyampaikan simpati dan seruan agar konflik tidak semakin meluas.

Langkah yang diambil Malaysia dan Turki menunjukkan bahwa penyampaian ucapan duka dapat berjalan seiring dengan seruan de-eskalasi dan stabilitas kawasan. Hal ini membuktikan bahwa empati kemanusiaan tidak identik dengan keberpihakan politik.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan anggota aktif berbagai forum internasional, memiliki peran penting dalam menunjukkan keteladanan diplomasi yang berimbang, beradab, dan berorientasi pada perdamaian.

“Ucapan belasungkawa kepada Iran tidak harus dimaknai sebagai dukungan terhadap dinamika konflik yang sedang berlangsung, melainkan sebagai penghormatan kepada bangsa sahabat yang sedang mengalami kehilangan besar,” jelasnya.[Nug] 


Tinggalkan Komentar