Menteri PKP Temui Rektor UI, Bahas Skema Pengembangan Hunian Mahasiswa - Telusur

Menteri PKP Temui Rektor UI, Bahas Skema Pengembangan Hunian Mahasiswa

Menteri PKP RI, Maruarar Sirait (kiri) didampingi Rektor Universitas Indonesia (UI), Heri Hermansyah (kanan) saat meninjau langsung asrama mahasiswa di Wisma Makara, Kamis (30/4/2026). (Foto: Dok Telusur)

telusur.co.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait membuka peluang besar pengembangan hunian mahasiswa berbasis kampus dengan menjadikan Universitas Indonesia sebagai proyek percontohan (role model).

Hal ini ia sampaikan usai pertemuan dengan Rektor UI dalam agenda peninjauan lahan dan diskusi pengembangan hunian mahasiswa di kawasan Wisma Makara, Kamis (30/4/2026).

Dalam pernyataannya, Maruarar bilang, potensi pengembangan asrama di UI sangat besar. Dengan jumlah mahasiswa dan dosen yang hampir mencapai 60 ribu orang, ketersediaan hunian yang masih di bawah 2.000 unit dinilai menjadi peluang signifikan untuk dikembangkan.

"Dari sisi demand saja sudah terlihat besar. Lahannya juga masih banyak yang bisa dimanfaatkan,” ujar dia kepada wartawan.

Ara, sapaan akrab Maruarar, menambahkan, pengembangan ini tetap harus mempertimbangkan aspek lingkungan, termasuk menjaga kawasan hijau dan ekosistem kampus yang sudah terkelola dengan baik.

Selain itu, lanjut dia, proyek ini juga harus selaras dengan berbagai regulasi lintas kementerian, seperti Kemendiktisaintek. Dalam skema awal, kata Ara, pemerintah akan mengadopsi pendekatan berbasis kebutuhan.

Dia juga mengungkapkan, pihaknya telah mengidentifikasi empat kategori kemampuan bayar mahasiswa, mulai dari Rp1 juta hingga sekitar Rp5 juta per bulan, dengan variasi fasilitas seperti ukuran kamar, AC, hingga kamar mandi dalam atau luar.

“Harus tahu dulu kemauan dan kemampuan. Baru kita desain. Jangan bangun dulu baru cari pasar,” tegas Ara.

Konsep ini juga mengacu pada pengalaman pengembangan hunian vertikal seperti proyek Meikarta, yang menurutnya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek regulasi, kelayakan pasar, hingga pembiayaan.

Lebih jauh, Ara menyebut proyek asrama ini tidak hanya bertujuan menyediakan hunian, tetapi juga mengurangi kemacetan dan polusi di sekitar kampus.

Dengan tinggal di dalam kampus, sambung dia, mahasiswa diharapkan tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi.

Pemerintah dan UI sepakat untuk melanjutkan pembahasan teknis melalui tim bersama yang akan melakukan studi pasar, kajian regulasi, hingga perencanaan desain. Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung akhir bulan depan.

Ara pun menuturkan, jika berhasil, model ini akan direplikasi ke kampus lain di Indonesia, dengan penyesuaian terhadap kondisi dan potensi masing-masing wilayah.

“UI bisa jadi role model. Setelah itu baru kita duplikasi di tempat lain,” pungkas dia.

Sementara itu, Rektor UI, Heri Hermansyah, menyampaikan rencana optimalisasi lahan potensial yang dimiliki UI untuk mendukung pembangunan hunian mahasiswa.

"Hari ini ada kesepahaman. Jadi UI memiliki lahan yang bisa diubah dari lahan tidur menjadi lahan produktif. Diantaranya dengan membangun asrama sesuai dengan kebutuhan," tutur dia.

Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pembangunan International Student Housing di kawasan sekitar Stasiun Pondok Cina dengan kapasitas hingga 4.000 kamar di atas lahan seluas 1,7 hektare, serta pengembangan lanjutan asrama mahasiswa melalui pembangunan tower hunian bertingkat.

 

Laporan: Malik Sihite


Tinggalkan Komentar