telusur.co.id - Sebanyak 220 siswa SDN RRI Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, mengikuti program 'Terang Benderang': Tes dan Pemeriksaan Mata Gratis” dengan mengusung tema “Mata Sehat, Masa Depan Cemerlang”, Kamis (12/2/2026).
Program ini merupakan inisiasi Pokja IV TP-PKK Kota Depok yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Depok, Dinas Pendidikan Kota Depok, RSUD KISA Kota Depok, RSUD ASA Kota Depok, IDI Kota Depok, serta IROPIN Kota Depok.
Camat Sukmajaya, Christine Desima Arthauli, menyampaikan rasa syukur karena wilayahnya dipercaya menjadi bagian dari program tersebut.
“Ini program dari TP PKK Kota Depok, dan setiap kecamatan diwakili satu SD Negeri. Untuk Sukmajaya diwakili oleh SDN RRI Cisalak. Kami berterima kasih dan bersyukur karena Kecamatan Sukmajaya menjadi lokus kegiatan ini,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, akses pemeriksaan kesehatan mata masih menjadi tantangan bagi masyarakat. Layanan melalui BPJS dinilai tidak selalu mudah, sementara tidak semua puskesmas memiliki alat pemeriksaan mata yang memadai.
Karena itu, Christine berharap, program pemeriksaan mata gratis ini tidak hanya menyasar satu sekolah saja, tetapi dapat diperluas ke seluruh sekolah negeri di Kota Depok, bahkan menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti tingginya penggunaan gadget di kalangan anak-anak yang berpotensi memengaruhi kesehatan mata.
Christine pun menekankan pentingnya pengawasan orang tua dalam penggunaan gadget oleh anak, termasuk pembatasan waktu dan pemanfaatan yang bijak untuk mendukung pendidikan.
“Pengawasan dari orang tua menjadi titik berat. Penggunaan gadget harus dibatasi jamnya dan digunakan untuk mendukung pendidikan, bukan malah merusak kesehatan mata,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Cisalak, Helviana Rahayu, mengapresiasi pelaksanaan program yang menjadikan wilayahnya sebagai lokasi kegiatan.
“Alhamdulillah hari ini Kelurahan Cisalak menjadi lokus kegiatan di SDN RRI Cisalak. Kader-kader kelurahan juga dibantu dari Puskesmas dalam pelaksanaannya,” katanya.
Melalui kegiatan ini, ia berharap, kondisi kesehatan mata anak-anak dapat terpantau sejak dini, mengingat aktivitas mereka yang padat serta penggunaan gadget yang cukup tinggi.
"Harapannya tentu tidak banyak anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan. Apalagi sekarang aktivitas belajar sudah banyak menggunakan gadget,” pungkasnya.
Laporan: Malik Sihite



